Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Puisi Bukan Milik Penyair (Catatan Pembebasan Puitik Ferry Arbania)

Gambar
Puisi Bukan Milik Penyair  (Catatan Pembebasan Puitik Ferry Arbania) Dalam menulis karya sastra, saya pikir tidak perlu lagi 'melihat' diri kita sebagai pribadi. Entah itu pribadi sebagai ustadz/ustadzah,guru tetap, PNS, Kiyai dan Nyai, pejabat atau bahkan abang becak sekalipun.  Dalam menulis puisi, siapapun berhak menyuarakan pengalaman batinnya menjadi sebuah bait bahkan beribu-ribu bait larik puisi.  Lebih dari itu, konteks menulis puisi, tidak perlu menunggu karya kita diminta secara halus oleh sebuah kolom surat kabar ataupun media online.  Teruslah menulis dengan hati, dengan apa yang kamu lihat dan rasakan. Tak perlu berpikir untuk apa Anda menulis. Penyair lahir dengan puisi-puisinya. Bukan rencana tuisan yang menumpuk! Tak perlu terkecoh dengan aturan dan rumus-rumus yang sastra yang kadang hanya menyesakkan dada. Jika kau punya Tuhan, katakan pada dunia tentang cinta dan pengabdianmu.  Jika kau lagi kasmaran dengan kekas...

Sajak dan Puisi D Zawawi Imron

by: Ferry Arbania SAJAK GAMANG dibiarkannya orang-orang merangkak selarat kerbau menarik bajak dibiarkannya cacing yang tak punya kuasa kalau anak-anak menyanyi tentang daun-daun hijau bagus, karena bapaknya parau bagai harimau musik dan gamelan kadang bikin gamang sungai dan hutan jangan diurus kancil atau siamang DOA I bila kau tampakkan secercah cahaya di senyap malam rusuh dan gemuruh mengharu biru seluruh tubuh membangkitkan gelombang lautan rindu menggebu menyala dan lagu-Mu yang gemuruh menyangkarku dalam garden-Mu biarkan aku menari dalam lagu-Mu gila lestari melimbang badan ah, hatiku tertindas gatal dan pedih meski nikmat semakin erat memelukku aku meronta dalam kutuk-Mu duhai, naung kasih-Mu melambai tangan sekali lagi kau kilatkan cahaya di tengah malam aku silau, hanya tangan yang menggerapai golang golek tubuhku dalam yakin ah, kegilaan begitu mesra tangis bahagia yang bersimbah di raut jiwa menggermang nyala bulu-bulu seluruh tubuh terbisik di hati puji syukur mem...

Buku Cetak Tetap Penting

Gambar
Sastrawan dan Novelis Peru, Vargas Llosa Novelis asal Peru, Mario Vargas Llosa, peraih Penghargaan Nobel dalam bidang kesusastraaan tahun ini tetap menyukai buku-buku cetakan. Bahkan dia khawatir, buku-buku cetakan akan hilang dalam era buku elektronik (e-book) dan digitalisasi. “Harapan saya adalah bahwa teknologi baru tidak akan menjadi sebuah banalisasi terhadap isi buku,” katanya pada Kamis (7/10). Sastrawan hebat Amerika Latin berusia 74 tahun yang dalam tulisan-tulisannya mengkombinasikan antara imajinasi dengan keterlibatan dalam perjuangan politik pada masanya itu dianugerahi Penghargaan Nobel Kesustraan oleh Akademi Swedia tahun ini (2010). Dia dipuji sebagai sebuah kesadaran moral. Dalam konferensi pers, Vargas Llosa mengatakan, pengumuman bahwa dia menerima Penghargaan Nobel sungguh sangat mengejutkannya. Dia berharap, dalam sisa hidupnya tetap bisa terus berkarya dalam dunia sastra. “Saya akan terus menulis sampai hari-hari terakhir hidupku. Saya t...

Naskah Peninggalan Patrick White Diterbitkan Tahun Depan

Gambar
Novelis Australia peraih Nobel Sastra 1973, Patrick White [SYDNEY] Naskah novel peraih Nobel Sastra 1973 asal Australia Patrick White akan diterbitkan tahun depan bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-100. Demikian laporan The Sydney Morning Herald pada Selasa (1/3). White yang meraih penghargaan Nobel Sastra pada 1973 dan meninggal pada 1990 meninggalkan sebuah manuskrip berjudul “The Hanging Garden” di antara lembaran-lembaran yang dia minta untuk dibakar kalau dia sudah meninggal. Tetapi orang yang diserahi tanggung jawab untuk membereskan berkas-berkas itu Barbara Mobbs menyimpan dan menjaga naskah itu selama 10 tahun sebelum memutuskan untuk tidak membakar naskah-naskah itu. Bertahun-tahun kemudian dia lebih jaug mempertimbangkan apakah naskah berjudul “The Hanging Garden” itu bisa diterbitkan. “Saya tidak ragu akan melihat secercah harapan. Karena itu saya tidak membiarkan naskah itu dibakar,” kata Mobbs. Naskah tulisan tangan itu tersimpan di Perpusta...

Bawa Sastra Indonesia ke Panggung Dunia

Gambar
(dari kiri ke kanan) Pendiri Yayasan Lontar John McGlynn, Produser film Mira Lesmana, Novelis Dewi Lestari dan Pembaharu sastra Putu Wijaya saat peluncuran buku seri Modern Library of Indonesia di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (19/5). [JAKARTA] Yayasan Lontar dan Djarum Foundation meluncurkan buku “Modern Library of Indonesia” dalam diskusi “Kebangkitan Sastra Indonesia di Panggung Dunia”. Menurut Renitasari, Program Director-Bakti Budaya Djarum Foundation, “Seri buku “Modern Library of Indonesia” diterbitkan karena disadar bahwa sastra adalah bagian kebudayaan yang penting.   Ini sekaligus menjadi usaha untuk meningkatkan peranan sastra di panggung dunia. Tak dapat dipungkiri, melalui sastra terpancar kehidupan, emosi, dan perkembangan sebuah bangsa. Indonesia mempunyai potensi yang besar di bidang sastra namun masih kurang dikenal di dunia Internasional dan usaha ini perlu dilalukan agar karya sastra Indonesia dapat dibaca oleh dunia Internasional. “Mela...

Kebocoran di Facebook, Akun Pribadi Bisa Diakses Orang

Gambar
Hati-hati bagi Anda yang memiliki akun pribadi di situs jejaring sosial Facebook. Karena bisa saja akun yang Anda miliki disalahgunakan orang lain yang tak bertanggungjawab. Perusahaan yang bergerak di bidang keamanan komputer Symantec, baru-baru ini mengindikasikan, kalau jejaring sosial Facebook tanpa sengaja telah membuka pintu untuk para pengiklan mengakses data profil, gambar, dan bahkan berbicara (chat) dengan memakai akun pribadi orang yang diambil datanya. Symantec menemukan, kalau sejumlah aplikasi Facebook yang bocor dengan mudah dimabil orang untuk mengakses data pemilik akun, membaca pesan, dan bahkan menulis pesan atau status di dinding (wall) mereka, dan sejumlah hal yang lain. Aplikasi Facebook adalah jaringan perangkat lunak yang terintegrasi dengan platform di jaringan sosial tersebut. Symnatec mengatakan, setiap harinya sebanyak 20 juta aplikasi seperti permainan (games) di install ke Facebook. Kebocoran pintu yang terbuka di Facebook ini berasal dari aplikasi pi...

Bulan Memiliki Banyak Kandungan Air?

Gambar
Bulan kemungkinan memiliki lebih banyak air dari yang kita bayangkan. Mungkin saja bisa lebih banyak dari sejumlah bagian yang terdapat di bumi. Demikian dinyatakan ilmuwan baru-baru ini. Padahal sudah sejak lama bulan diyakini sebagai tempat yang kering dan berdebu. Hingga beberapa tahun lalu ditemuakan air membeku di sana untuk pertamakalinya. Kini para ilmuwan dari Case Western Reserve University, Camegie Institution for Science dan Brown University meyakini di kedalaman bulan terdapat air yang dipercaya jumlahnya 100 kali lebih banyak dari perkiraan awal. Ilmuwan mempelajari jenis tanah seperti kaca berwarna jingga yang diambil oleh astronot Amerika pada misi Apollo 17 tahun 1972. Bongkahan itu diyakini berasal dari ledakan erupsi bulan yang terjadi 3,7 juta tahun lalu. Ilmuwan menggunakan perangkat yang disebut NanoSIMS 50L ion microprobe untuk menguji inklusi lelehan bulan ataupun dari batu bulan yang dicairkan. Tak seperti kebanyakan kandungan dari gunung berapi...

Seekor Burung Rebah

Gambar
by: Ferry Arbania Seekor burung bertengger di nadimu memecahkan botol parfum dan kapas pembersih wajah tubuh kembali berkeringat dan bersemangat saat seteguk anggur kureguk dalam gemas sore ini, kau tampak cantik dan menyebalkan membawaku aroma kopi yang mengepul dari tatapmu aih, kau panaskan diamku dengan rebah bulan madu Sumenep, 27 Juni 2011

Fenomena Sastra Jawa Timur

Gambar
Dalam satu tahun terakhir, 2010, ada beberapa fenomena baru dalam kesusastraan di Jawa Timur. Fenomena yang cukup menggembirakan. Kian tumbuh-matangnya kaum muda dalam peta kesusastraan. Tapi problem-problemnya tidak bergerak dari problem tahun-tahun sebelumnya. Problem yang semestinya mulai dicari jalan keluarnya pada tahun 2011 ini. Infrastruktur kesusastraan di Jawa Timur sebenarnya amat menunjang. Setidaknya ada 4 indikator. Pertama keberadaan akademik, kedua keberadaan media massa, ketiga keberadaan even, dan keempat keberadaan komunitas kesenian. Keberadaan kampus memberi kontribusi signifikan bagi tumbuh kembangnya kesusastraan di Jawa Timur. Fakta yang ada, mayoritas sastrawan merupakan jebolan kampus. Beberapa kampus mempunyai jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia . Semisal Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Jember. Ketiganya dilengkapi dengan beberapa kampus yang membuka jurusan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, maupun jur...

Sastra Penuh Siasat yang Licik

Gambar
  Sastra adalah dunia artistik, dunia keindahan, ataupun dunia estetika. Tetapi, dalam realitasnya, dunia ini digelibati beragam ketidakindahan dari para pelakunya. Ada intrik kejam dalam sastra. Demikian salah satu pernyataan yang disampaikan Slamet Wahedi saat mengisi acara Orasi Satu Tujuan di Perpustakaan Dbuku Bibliopolis, Royal Plaza, Surabaya, Minggu (17/4/2011). "Dalam bulan April ini, kami mengambil tonggak Hari Sastra Nasional, 28 April. Nah, kami menampilkan sastrawan muda asal Madura, Slamet Wahedi," kata penggagas Dbuku, Diana Av Sasa. Sementara itu, dalam orasinya, Slamet mengaku mendapat dasar-dasar kesastraan dari tradisi pesantren di Madura. Saat itu, dia punya anggapan, sastra adalah sebuah dunia yang nyaman dan penuh keindahan. Sayangnya, ketika berkuliah di Surabaya (dia kuliah di Unesa), Slamet merasakan sesuatu yang cukup menyesakkan. "Saya melihat ternyata dunia sastra penuh intrik dan politik. Dunia sastra penuh siasat yang licik. ...

Gelombang Merah Putih-

Gambar
oleh: Ferry Nadafm (Ferry Arbania) wahai sang terdakwa jika keadilan lebih mudah diucapkan dalam sajak-sajakmu untuk apalagi pilar-pilar demokrasi ditegakkan bagai bulu betis nan lebat jiwa ini sudah jengah, mata merah dan benderaku berkibar diatas merah dan putih kita sama-sama satu, satu nusa satu bangsa. rentang luas jarak perbedaan jangan kibarkan pertentangan kita hanya bhinnika yang tunggal jangan permasalahkan ketidak sergaman Indonesia dalam genggaman kita atau pemberontak bertopeng sebagai pehalawan kesiangan mari berjajar mendengarkan kebenaran karya negeri ini bukan hadiah dan hibah dari penguasa dan kemerdekaan haruslah kita gawang dengan perjuangan jangan ada korupsi dan politik kotor sudah terlalu banyak yang najis niat ini sarungkanlah maksud dan tujuan syaitoni kita sudah merdeka tak perlu saling berperang mengahcnurkan sesama 27 Juni 2011

Kutulis Puisi Ini Dengan Cinta

Gambar
by: Ferry Arbania Kutulis puisi ini dengan cinta sambil sesekali memeluk lenguh bianglala memahkotai jiwamu dengan rasa walau berkali-kali tak bisa menciumimu kulanjutkan puisi ini dengan kata menyambutmu dengan asa sambil sesekali mengangkangi wajah purnama yang kau tulis di altar jiwa akh   kekasih, pada siapa lagi kuikrarkan setia jika malam-malamku tak berkamu dan tagihan maut telah menumbuhkan keberanianku hingga malam semirip kamar   kunantikan semerbak tubuhmu   menandai kesetiaan arti sampai mati. Sumenep, Madura 3 Februari 2011/ 17:45 WIB

Feisya Mencari Cinta (Cerpen Ferry Arbania)

Gambar
Oleh : Ferry Arbania  Fesiya benar-benar tidak percaya, jika cinta yang sudah hamper setahun terjalin itu, nyaris tak terdengar lagi suaranya. Ada kalimat rindu mengiringi jarak yang melintas diatas Jembatan Suramadu. Ada nyanyian syahdu yang membuat hati semakin dekat dan terus mendekat dalam kelimpung tangis bianglala.   Siang itu, hari Jum’at yang membara, Fesiya terlihat sibuk di kantor dewan menyodorkan MP4 hitam berukuran kecil mungil dan sangat menarik dimata wartawan yang lainya. Tiba-tiba kantg celananya bergetar memburu. “Ya halo, Oh kamu say..Lagi dimana?”.   “Aku masih di Malang sayank. Kamu baik-baik aja khan? Kenapa sms dan telponku selalu kamu cuekin saja selama ini. Kamu sudah makan apa belum say?” Suara lembut dari ujung telpon itu membuat Feisya tak bias menahan gejolak rindu yang sebenarnya masih membara. Feisya, seorang wartawan daerah yang sering menulis puisi dan berita on line ini tiba-tiba tak berucap dan seketika menutup percakapan. Mematika...

Saat Cinta tak Terucapkan

Gambar
Saat Cinta tak Terucapkan Oleh : Ferry Arbania | 11-Feb-2011, 02:50:29 WIB Katakan cinta sebelum mihrab cinta bertuliskan duda angin lirih dan sangkaan jiwa melantun teduh nirwana ada yang tak sempat kukabarkan ketika dunia benar-benar menyilet hangat pelukmu butir-butir embun yang berjaya di pelupuk mata telah menandai aroma tubuhmu yang tergores bianglala masihkah ada cinta yang terkatakan saat kita tak lagi bisa berpelukan dan file-file kenangan yang masih memanja kau kembalikan akau pada sebentuk ciuman disini puisiku berwarna jingga meluapkan abjad-abjad nama mu yang masih seratus purnama kendati harus kucuapkan cinta pada yang lainnya "Kau tetap kekasihku". Sumenep, 10 Februari 2011 Sumber: http://www.kabarindonesia.com facebook: http://www.facebook.com/home.php#!/Ferry.Arbania http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=18&jd=Saat+Cinta+tak+Terucapkan&dn=20110210224406

"Kapak Senja"

Gambar
by: Ferry Arbania Senja yang memerah di pelupukmu Matahari tianggal sedepa menjangkau malam Wajah-wajah terluka kembali terkepung gamang Bagai gigih angin menggoyah pucuk-pucuk cemas Kuartikan senja yang berarak itu pada keriput jingga Memaksakan ciuman binatang pada rumput dan pohon-pohon Anjing berbaris memanjang di benakmu Kaupun meminta kelam tersebuhi ayam abu-abu Hei, kenapa hatimu berwajah singa Menyeringai dalam lolong syahwat yang tak habis-habis Kau geliatkan napsu minta dipijat, diremas dan dinaiki, berkali-kali Sudahkah kau pikirkan kebohonganmu? Tentang kematian yang sebentar lagi menjemput Menepuk lena dan merontokkan keganasan ereksimu Tapi kau bilang takkan mati dalam kubangan neraka Mencari rumput hijau untuk ternak birahimu menggila Subhanallah, kukapak saja senja ini bersama do’a-do’a 27 Juni 2011

SENJA DIAMBANG BATAS

Puisi: Ferry Arbania senja diambang batas kusaksikan ulat-ulat kubur mengepung rumah-rumah warga orang menyangka kiamat sudah tiba mengawali kematian yang tak terduga zaman ini sudah benar-benar akhir kebaikan diukur dengan seberapa banyak pendapatan solidaritas kian menyempit begitu juga aku, terasa tak berani bertaruh melawan hukum SENJA DIAMBANG BATAS Puisi: Ferry Arbania senja diambang batas kusaksikan ulat-ulat kubur mengepung rumah-rumah warga orang menyangka kiamat sudah tiba mengawali kematian yang tak terduga zaman ini sudah benar-benar akhir kebaikan diukur dengan seberapa banyak pendapatan solidaritas kian menyempit begitu juga aku, terasa tak berani bertaruh melawan hukum 18 Juni 2011

Luka Jilbab ("Kapak Senja")

Gambar
Senja yang memerah di pelupukmu Matahari tianggal sedepa menjangkau malam Wajah-wajah terluka kembali terkepung gamang Bagai gigih angin menggoyah pucuk-pucuk cemas Kuartikan senja yang berarak itu pada keriput jingga Memaksakan ciuman binatang pada rumput dan pohon-pohon Anjing berbaris memanjang di benakmu Kaupun meminta kelam tersebuhi ayam abu-abu Hei, kenapa hatimu berwajah singa Menyeringai dalam lolong syahwat yang tak habis-habis Kau geliatkan napsu minta dipijat, diremas dan dinaiki berkali-kali Sudahkah kau pikirkan kebohonganmu? Tentang kematian yang sebentar lagi menjemput Menepuk lena dan merontokkan keganasan ereksimu Tapi kau bilang takkan mati dalam kubangan neraka Mencari rumput hijau untuk ternak birahimu menggila Subhanallah, kukapak saja senja ini bersama do’a-do’a 27 Juni 2011 by: Ferry Arbania "Kapak Senja"

Local Genius "Sastra Balik Desa"

Gambar
Pada tanggal 16-18 Mei 2008, kalau tidak ada halangan dan aral melintang, Komunitas Hysteria Semarang akan menggelar hajatan sastra. Hajatan sastra ini direncanakan akan dilaksanakan di desa Gebyok, Gunungpati dengan memboyong semboyan yang cukup menggelitik yaitu "Sastra Balik Desa". Makna di balik slogan itu tentu saja masih misteri dan menjadi teka-teki karena hajatannya sendiri belum berlangsung. Meski demikian, penulis sudah tidak sabar ingin berkomentar justru karena slogan itu cukup menarik untuk ditelaah. Makna "Sastra Balik Desa" tentu saja multiinterpretasi. Semoga slogan tersebut tidak dimaknai sebagai wujud kekalahan sastra di lingkungan kota, sebagai wujud kegelisahan yang terlalu berlebihan para pelaku sastra yang tidak tahan dengan gempuran multikulturalisme dan sebagai bentuk kegentaran dalam menghadapi gelombang globalisasi, tetapi lebih dilihat sebagai usaha dan gerakan local genius untuk sejenak menarik diri ke desa dan mela...

nervous

Gambar
by: Ferry Arbania

Puisi Itu Pukulan Bersarung Tinju Beludru

Gambar
by: Ferry Arbania Puisi Itu Pukulan Bersarung Tinju Beludru SM/Triyanto Triwikromo JAWA Tengah wajib bangga memiliki penyair Dorothea Rosa Herliany. Sebab, selain buku puisinya, Santa Rosa , memenangi Khatulistiwa Literary Award 2005-2006, jauh sebelumnya kumpulan puisinya yang lain, Kill the Radio , masuk sebagai lima besar penghargaan paling bergengsi dalam dunia kesusastraan di Indonesia itu pada 2001. Setelah itu, pada 2003 Pusat Bahasa juga memilih dia sebagai pengarang terbaik 2003. Bahkan akhir 2004 Dorothea menerima "anugerah seni" dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Apa makna penghargaan-penghargaan itu bagi perempuan yang pada 1995 pernah mendapatkan Anugerah Seni dari PWI Jawa Tengah ini? Berikut petikan perbincangan dengan dia di Magelang belum lama ini. Apa makna Khatulistiwa Literary Award bagi dunia gagasan Anda? Ini adalah semacam pengakuan dari banyak orang terhadap puisi-puisi saya. Ini berarti puisi-puisi saya dinik...