Postingan

Bukan Baju Baru, Tapi "Baju" Takwa: Meluruskan Nalar Lebaran

Gambar
"Bukan Baju Baru, Tapi Takwa yang Baru": Mengintip Tren Fashion Lebaran Syar'i yang Mengutamakan Kesucian Hati di ferryarbania.com. OPINI – Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan dan gemerlap perhiasan yang kerap menghiasi linimasa menjelang Idulfitri, muncul sebuah pertanyaan mendasar: benarkah esensi kemenangan diukur dari apa yang melekat di badan? Fenomena "Emak-emak Sultan" dengan balutan emas dan sutra mungkin menjadi potret keberhasilan ekonomi, namun dalam kacamata spiritual, Islam mendudukkan perayaan ini pada maqam yang jauh lebih mulia. Lebaran sejatinya adalah sebuah momentum dialektis antara refleksi diri, kesucian hati, dan penguatan tali silaturahmi. Ia bukanlah ajang pamer (riyā’) atau panggung teatrikal untuk memamerkan sisa THR yang habis dalam semalam. Secara teologis, anjuran dalam Islam adalah mengenakan pakaian terbaik—yang bersih, suci, dan rapi—sebagai bentuk tahadduth bin ni’mah (mensyukuri nikmat), namun bukan sebuah kewajiban untu...

Darah Memorandum dan 'Kekacauan' Digital: Manifesto Literasi Sang Binatang Jalang

Gambar
Selepas me-wawancarai Rektor Unija bersama Ali Hafidz Syahbana, Wartawan Tribunnews yang baik hati jepretan gratis hahaaaaaaa  MANDALA KARAY  — Menulis bukan sekadar merangkai kata, tapi merekam jejak perlawanan. Jauhsebelum algoritma Google mengenali ferryarbania.com , nalar saya sudah ditempa di "garis keras" jurnalisme sebagai Kabiro Sumenep dan Redaktur Madura Memorandum Surabaya . Di sanalah, antara berita kriminal dan dinamika sosial, saya belajar bahwa informasi adalah senjata. Namun, di balik ketajaman pena, saya adalah manusia yang "kacau" secara digital. Memiliki lusinan akun Gmail—mulai dari ferry.arbania hingga taretan.dhibik —hanyalah potret dari luapan ide yang tak terbendung. Penyakit lupa password dan mengabaikan perawatan akun adalah saksi bisu betapa saya lebih mementingkan isi kepala daripada sekadar kunci digital . Secara Administrasi Publik , fenomena "Kekacauan Digital" ini sebenarnya merefleksikan fase transisi masyarakat dari era ...

5 Adab Media Sosial ala Aswaja: Menjaga Jempol, Menjaga Pahala

Gambar
Di era milenial ini, dakwah tidak lagi hanya terbatas di atas mimbar masjid atau ruang-ruang kelas madrasah. Dunia digital telah menjadi "mimbar baru" bagi kita semua. Namun, selayaknya memasuki masjid, memasuki dunia digital pun ada adabnya. Sebagai pengikut Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), kita dituntut untuk tetap menampilkan akhlakul karimah meskipun hanya melalui ketikan jempol di layar smartphone . Berikut adalah 5 panduan adab bermedia sosial agar aktivitas digital kita tetap bernilai ibadah: 1. Prinsip Tabayyun: Cek Sebelum Share Al-Qur’an telah mengingatkan kita dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 untuk selalu melakukan tabayyun (klarifikasi) jika datang suatu berita. Di media sosial, hoaks dan fitnah tersebar secepat kilat. Sebelum menekan tombol "Bagikan", tanyakan pada diri sendiri: Apakah informasi ini benar? Jika benar, apakah bermanfaat jika disebarkan? Menjaga jempol dari menyebarkan berita bohong adalah bagian dari menjaga martabat muslim. 2. Qou...

Bahaya Kecanduan Game Online bagi Generasi Santri

Gambar
Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) , anak bukan sekadar penerus keturunan, melainkan amanah dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya" (HR. Bukhari & Muslim). Namun, di era digital saat ini, amanah tersebut tengah menghadapi tantangan besar berupa jeratan Game Online . Jika tidak diwaspadai, kesenangan sesaat ini dapat merusak muru’ah (kehormatan diri) dan masa depan intelektual serta spiritual sang anak. Zhalim Terhadap Waktu: Akar Kemerosotan Akademik Islam sangat memuliakan waktu. Allah SWT bahkan bersumpah demi waktu dalam Surat Al-Ashr. Ketika seorang anak terjebak dalam kecanduan game online, ia sesungguhnya sedang melakukan perbuatan mubadzir terhadap waktu. Penurunan Prestasi Akademik menjadi dampak nyata yang tak terelakkan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk muthala’a...

Tumbuhkan Kesadaran Sejak Dini: Police Goes to School Tanamkan Kedisiplinan Berlalu Lintas pada Pelajar

Gambar
SUMENEP — Ratusan siswa SMA Muhammadiyah Sumenep tampak antusias mengikuti program "Police Goes to School" yang diselenggarakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep bekerja sama dengan Jasa Raharja. Acara yang digelar pada Senin (15/09/2025) ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas sejak dini pada generasi muda. Edukasi Praktis dan Menarik Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan teori, tetapi juga dengan praktik langsung yang menarik. Para siswa dilatih 12 Gerakan Lalu Lintas yang penting untuk keselamatan di jalan raya. Setelah sesi pelatihan, peserta juga mendapatkan sarana kontak berupa jaket keselamatan sebagai pengingat akan pentingnya keamanan. Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dwiyani, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian Polri. "Dengan pelatihan ini, siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mengerti praktik bagaimana pentingnya tertib berlalu lintas,...

Momen Spiritual untuk Negeri: Kankemenag Sumenep Gelar Istighosah Serentak demi Keselamatan Bangsa

Gambar
Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama secara serentak, Senin (01/09/2025).@Istimewa.  www.ferryarbania.com- Di tengah berbagai dinamika yang melingkupi bangsa, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sumenep mengambil langkah mulia dengan menggelar Istighosah dan Doa Bersama secara serentak. Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan sebuah ikhtiar spiritual yang tulus untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi Indonesia. Pada Senin, 1 September 2025, suasana khusyuk menyelimuti seluruh jajaran Kankemenag Sumenep. Tidak hanya terpusat di kantor Kemenag, acara ini juga dilaksanakan di seluruh madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Sumenep. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, tenaga kependidikan, siswa-siswi madrasah, hingga pegawai KUA bersatu dalam satu tujuan: memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa sebagai Ikhtiar Spiritual Kepala Kankemenag Sumenep, Abdul Wasid, menyampaikan ...

Meninjau Kembali Gaya Hidup di Akhir Zaman: Ketika Orang Tua Bergaya Muda

Gambar
www.ferryarbania.com- Di tengah arus globalisasi dan tren yang terus berubah, umat Muslim dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mempertahankan identitas keislaman. Salah satu fenomena yang kian marak, sebagaimana disinyalir dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ, adalah kecenderungan orang tua untuk tampil muda dan meniru gaya hidup yang tidak sesuai dengan syariat. Artikel ini akan mengupas tuntas pandangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah mengenai hal tersebut, dengan merujuk pada hadis-hadis sahih. Tanda Akhir Zaman: Merubah Uban dengan Warna Hitam Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan tegas tentang fenomena di akhir zaman. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud, beliau bersabda, “Orang-orang di akhir zaman yang menyemir rambut dengan warna hitam, seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga.” Hadis ini menggambarkan kondisi sebagian manusia yang mencukur cambang dan menyemir rambutnya—khususnya uban—dengan warna hitam pekat, menyerupai warna leher mer...