Bukan Baju Baru, Tapi "Baju" Takwa: Meluruskan Nalar Lebaran
"Bukan Baju Baru, Tapi Takwa yang Baru": Mengintip Tren Fashion Lebaran Syar'i yang Mengutamakan Kesucian Hati di ferryarbania.com. OPINI – Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan dan gemerlap perhiasan yang kerap menghiasi linimasa menjelang Idulfitri, muncul sebuah pertanyaan mendasar: benarkah esensi kemenangan diukur dari apa yang melekat di badan? Fenomena "Emak-emak Sultan" dengan balutan emas dan sutra mungkin menjadi potret keberhasilan ekonomi, namun dalam kacamata spiritual, Islam mendudukkan perayaan ini pada maqam yang jauh lebih mulia. Lebaran sejatinya adalah sebuah momentum dialektis antara refleksi diri, kesucian hati, dan penguatan tali silaturahmi. Ia bukanlah ajang pamer (riyā’) atau panggung teatrikal untuk memamerkan sisa THR yang habis dalam semalam. Secara teologis, anjuran dalam Islam adalah mengenakan pakaian terbaik—yang bersih, suci, dan rapi—sebagai bentuk tahadduth bin ni’mah (mensyukuri nikmat), namun bukan sebuah kewajiban untu...