Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Bukan Baju Baru, Tapi "Baju" Takwa: Meluruskan Nalar Lebaran

Gambar
"Bukan Baju Baru, Tapi Takwa yang Baru": Mengintip Tren Fashion Lebaran Syar'i yang Mengutamakan Kesucian Hati di ferryarbania.com. OPINI – Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan dan gemerlap perhiasan yang kerap menghiasi linimasa menjelang Idulfitri, muncul sebuah pertanyaan mendasar: benarkah esensi kemenangan diukur dari apa yang melekat di badan? Fenomena "Emak-emak Sultan" dengan balutan emas dan sutra mungkin menjadi potret keberhasilan ekonomi, namun dalam kacamata spiritual, Islam mendudukkan perayaan ini pada maqam yang jauh lebih mulia. Lebaran sejatinya adalah sebuah momentum dialektis antara refleksi diri, kesucian hati, dan penguatan tali silaturahmi. Ia bukanlah ajang pamer (riyā’) atau panggung teatrikal untuk memamerkan sisa THR yang habis dalam semalam. Secara teologis, anjuran dalam Islam adalah mengenakan pakaian terbaik—yang bersih, suci, dan rapi—sebagai bentuk tahadduth bin ni’mah (mensyukuri nikmat), namun bukan sebuah kewajiban untu...

Darah Memorandum dan 'Kekacauan' Digital: Manifesto Literasi Sang Binatang Jalang

Gambar
Selepas me-wawancarai Rektor Unija bersama Ali Hafidz Syahbana, Wartawan Tribunnews yang baik hati jepretan gratis hahaaaaaaa  MANDALA KARAY  — Menulis bukan sekadar merangkai kata, tapi merekam jejak perlawanan. Jauhsebelum algoritma Google mengenali ferryarbania.com , nalar saya sudah ditempa di "garis keras" jurnalisme sebagai Kabiro Sumenep dan Redaktur Madura Memorandum Surabaya . Di sanalah, antara berita kriminal dan dinamika sosial, saya belajar bahwa informasi adalah senjata. Namun, di balik ketajaman pena, saya adalah manusia yang "kacau" secara digital. Memiliki lusinan akun Gmail—mulai dari ferry.arbania hingga taretan.dhibik —hanyalah potret dari luapan ide yang tak terbendung. Penyakit lupa password dan mengabaikan perawatan akun adalah saksi bisu betapa saya lebih mementingkan isi kepala daripada sekadar kunci digital . Secara Administrasi Publik , fenomena "Kekacauan Digital" ini sebenarnya merefleksikan fase transisi masyarakat dari era ...