Bantal Hijau di Padang Pasir

Aku pergi mengejar jarak keterasingan,
mencumbui suara langit
yang dibawahnya menancap tangis Ismail
pada karang hati yang tak lagi bimbang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak