by: Ferry Arbania

Di gerbang senja
Kusam langit menidurkan lelah
Langit beratap tangis dan siul kabut
aku mabuk dalam tarian -Mu

Angin berjarak-jarak ditiang kota
Kau sadap suaraku dalam lipatan pandang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak