oleh Ferry Arbania Sumenep

Dihamparan resah dan ketakutan serta penderitaan yang menyayat jiwaku.Aku telah menyadarinya.Kegagalan demi kegagalan,sudah pasti kesalahanku.Penderitaan demi penderitaan sudah ku tegak bersam cemoohan kanan kiri.Dan kenapa aku tak juga belum menemukan cahaya-Mu?
[9 juli sehabis pemilu 8 juli 2009]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak