|Oleh: Ferry Arbania| KH. D.Zawawi Imron, Budayawan Nasional asal Sumenep Madura bersama Ferry Arbania [Penulis] Di jantung Tegalboto, di kubah ilmu Universitas Jember, bersemayamlah sebuah orasi yang melampaui batas waktu dan ruang. Pada 20 Juni, dalam semarak Bulan Pancasila, bukan sekadar seorang penyair yang berdiri di podium Gedung Soedjarwo, melainkan seorang penjaga mercusuar kearifan: KH. D. Zawawi Imron . Sang 'Celurit Emas' dari Sumenep, Madura, dengan usia yang telah mengukir delapan dasawarsa di wajahnya, membentangkan untaian hikmah, merajut simpul kebudayaan lokal dengan Pancasila, khusus untuk denyut nadi masa depan: kaum milenial. Orasi itu, sebuah ziarah pemikiran, dimulai dengan alunan penjelasan tentang nilai-nilai yang senantiasa menjadi nadi kemanusiaan universal. Tak peduli di mana bumi dipijak, ras apa yang mengalir dalam darah, suku apa yang membentuk identitas, atau bahasa apa yang menjadi jembatan komunikasi—nilai-nilai seperti keadilan yang tak berpih...
Komentar
Posting Komentar
Ferry Arbania , Sahabat Indonesia