Tuhan Tak Bersalah II


14410 by:Ferry Arbania nadafm

seutas mawar putih dan keminyan
kuberangkatkan dengan kereta tua (sore ini),
bersijingkat melewati tangis dedaunan
yang mengharu biru di benakmu

seikat bunga kamboja tua
yang jatuh dari tangkai musim itu
mengiringi kepak senja yang berderai
merimbuni tatap luka yang biru

sekuntum aroma sayang,
yang kemarin ...kita rangkai dikedaaman rasa
hari ini telah benar-benar pergi
menggiringku kelembah-lembah sunyi

Pantai Lombang 14042010
Tuhan Tak Bersalah III

seumpama sore ini aku tak kembali
dipikirmu pasti aku tak kan pernah hidup lagi
dan kematiaan ini,
telah menandai sebentuk pengingkaran hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak