kutitipkan cinta ini

by: Ferry Arbania

kutitipkan cinta ini 

lewat puisi dan kidung perawan
kunyanyikan kembali
saat subuh menyelet selangkangan bulan
yang basah seketika.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak