Gerai

by: Ferry Arbania


Gerai malam berderai
menabik salam dalam kisah duri
yang sesekali menusuk hati
gerai
lekat
hingga pekat
aku tak paham bahasa-mu kekasih
kecuali telunjukmu menunjuk keulu hatiku
malam ini…………….

Komentar

  1. kau buka gerai malammu dengan derai
    meski menusuk hati dan lelehan airmata
    tapi derai tawamu memecah pekat
    ketika telunjukku menunjuk kearahmu

    BalasHapus

Posting Komentar

Ferry Arbania , Sahabat Indonesia

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak