Atas nama lelakimu


by: Ferry Arbania

Atas nama lelakimu
ijinkan kutombak sepi dalam duri
...mengurai kembali makna kecupan
dari merah pipi dan bibir delima

ayo dik, monggo Mas
celup rayuan sambal desah
panas memanjang
kejang menggelinjang
aduh, siapa lagi lelakimu

permisi, mohon maaf
jangan salah paham
aku tak dendam
demi kepuasanmu
ketelanjangan ilusi
yang memagut malam
menjadi seirama percik

aku ingin muncrat
kau tahan dengan kapak ciuman
kutersungkur pada kenyal sajadah
kau palingkan aku pada telanjangmu

Ya Allah
inikah api syahwat bumi
yang berkali-kali memanggan samudera
bisakah kujinakkan
jika apinya telah melukai cemburu
dan getahnya kian tak bersperma.

(24-08-2010/13.01)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak