Kenapa Harus Puisi?

by: Ferry Arbania
Menekuni dunia per-puisian dewasa ini seolah-olah membuat kita dihadapkan pada sebentuk kenyataan yang sungguh membuat keberanian saya kadang "menciut". Betapa tidak, ditengah persaingan hidup yang semakin berat, belum lagi berhadapan dengan pola hidup yang cenderung mengarah pada kehidupan hidonisme dan nafsi-nafi dewasa ini, kiehadiran tukang puisi di negeri ini seolah-olah dilihat sebelah mata. Jujur saja, orang mungkin lebih gampang mengingat syair-syair lagu romantis dan cengeng ketimbang memahami satu suguhan pernik hidup yang disajikan melalui sepenggal sajak dalam puisi kita............(bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak