Ya Allah Dusta Ini

by: Ferry Arbania

Tak perlu gelar doktor
untuk menuliskan puisi di negeri ini

katakan siapa yang bangsat
siapa saja yang suka curang
dengan tanpa malu memakan uang rakyat

tak perlu jabatan
buat sekedar menulis cinta

buatlah kebijakan yang sampai tak ada kesengsaraan
dimana-mana orang merintih, mengeluh dan menyesalkan tindakanmu
tapi siapa yang ingin jadi pahlawan

kotamu dan kotaku telah sama-sama berdarah
otak kiri dan otak kanan kita sudah persis halilintar
mudah mengamuk
dan gampang tidak percaya

lantas siapa yang berani menyumbat mulut kita
kalau wajah keadilan kita uangkan dengan kerakusan
sentuh sana sentuh sini
kebenaran tak jarang dikaburkan

jika sudah seperti ini
orang-orang akan balik bertanya
"untuk apa kehadiran puisi. jika kemiskinan hanya sanggup diakali?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak