by: Ferry Arbania

Puisi kadang tak seindah hidup yang kita jalani
puisi lebih berasa dalam hati
siapa berhak menyimpan luka
kecuali cinta dan kebencian

lalu milik siapa puisi kita
saat tangan-tangan cinta mulai enggan membcanya....???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak