Kupetik diammu

by: Ferry Arbania

meski kau pergi meninggalkan aku dalam diam.
kepahamanku padamu takkan
pernah sirna.
sebab inti kebersamaan kita adalah pernikahan jiwa
yang
...agung dan putih ikhlas dalam setia........
 

 

(Ferry Arbania, Puisi Jiwa dari Kandang Puisi 2010)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak