Tanya Kau Dikataku

by: Ferry Arbania
belum genap jadi sepuluh
kau telah tinggalkan harapanku menjadi sembilan
menoleh kearahku
meski tidak dengan senyuman
lalu pulangkan hatimu pada perahu moyang
yang mengusung rindu menjadi tawakkal

aku tak ingin menitipkan apa-apa dalam semerbak wajahmu
aku hanya ingin menyatakan takjub ini sebelum purnama
aku yakin kau akan sempurna tanpaku
dan bersemi kembang cinta ditaman impian


19 Agst 2010 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak