pUISi: Kembalikan Cintaku


by: Ferry Arbania
Meski sepi telah melukai mimpiku
tetap saja tak ada cinta yang menggantikan artimu
sedu sedan kemarau jiwa
bertaruh dalam anomali rasa yang membara

akh, cinta
kenapa mesti begini
jika hatimu jelas tak begitu....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak