Buah Kata

Buah Kata
by: Ferry Ar.

biarkan cinta bersenyawa
menutup luka-luka yang membaja
biar jenuh merontoki cinta
kau tetap kekasihku

puisiku sudah lapuk direndam cembrumu
sedang sajak-sajak pengagungan sudah tak perawan lagi
daninspirasimu tumbuh dari getah mawar berduri
mak sampaikan letih ini pada presiden ku di negerimu

puh, pah, apa lagi kau cari-cari
disana sini kau mengerami telur petir
seperti sekerat kue yang terlanjur dilempar dalam lumatan
lantas siapakah perjakamu yang menutup pintu?

tak ada ruang
melainkan kamar setubuh yang ditumbuhi lumut
kabut tabu dan pisau kecil buatan ibu
begitu juga dadamu yang merunduk, kupastikan tak menjamahmu.

Mungkin?

31 Mei 2011, Jawa Timur (Dewan Kesenian Madura- DKM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak