Melewati Apimu

remuk redam jiwaku
membuntuti seekor lebah yang merangkak menaiki pekatnya jalan kebohongan
angin bertiup meninggikan amarah, menyapu sayap pilu yang meninggi
diam-diam kubakar takjubku padamu menjadi aum srigala

(Perjalan dari Pragaan -Lenteng- Pemolokan Menuju Kebohonganmu)
18 Juli diatas bara api 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak