Idealisme Tepung Kanji

|Puisi Karya: Ferry Arbania|

Pertama kuakhiri kantuk

Dari napas yang membungkus ruh dan kedengkian

Lalu kucipta syair gembala

Dari do’a-do’a sang pemburu


Pertama kutelanjangi kelam

Sebelum  kau hangatkan  gigil rinduku
Lantas kudekap mahabbah bulan
Untuk mneyihir bibir kerontang

Pertama ku buka radar  pagi
Sebelum kueja aksara info hari ini
Kemudian kutulis namamu berkali
Sambil ku yakinkan hati dan perasaan

Bahwa kita adalah korban idealisme tepung kanji

Sumenep, 2001

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak