sayur demokrasi

|Ferry Arbania|

Jangan menangis lagi istriku
Malam sudah larut dalam kelam
Besok kita mesti  kepasar
Menyiapkan  sayur segar  buat pejabat-pejabat kita

Tataplah kesungguhan cinta dimataku
Jangan tuang airmata
Letih sudah jiwaku


Jangan palingkan jelita wajahmu ,istriku 
anak kita sudah lelap dipeluk dingin
mari tegakkan prasasti bintang
kali pertama kita bertukar ciuman
 Ferry Arbania 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak