Dari Google Hingga Merdeka

|Ferry Arbania|
Seperti mesin pencarian waktu
lama tak menuliskan abjad namamu
dari beranda hati ke mesin google
entah berapa lama
kau pergi atau aku yang meninggalkanmu
mencari percikan cahaya terang
dari sudut mata hingga berita-berita

Akh, manusia
wanita dan sebungkus harapan
kupersembahkan merah putih ini pada dunia
membangun pintu gerbang dari maut
dan mengecup keningmu dengan cinta
lalu, kegemasan pergi seketika
aura berganti kebosanan
tapi kusadar, hidup ini memudar
bagai sayap elang kemarau
hilang mengepak pada sejarah.

Merdekalah dengan waktumu sendiri!

Sumenep, 24 Agustus 2014

Postingan populer dari blog ini

Samudra Rasa dan Tiang Ruh: D. Zawawi Imron Mengurai Pancasila sebagai Jantung Iman

Cermin Malam Kiai Sahli: Merengkuh Jejak Cinta dan Luka di Wajah Bumi

Pentingnya Akidah Sejak Balita: Tuntunan Ahlussunnah Wal Jama'ah dalam Mendidik Anak