Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

Laut Sepiku Malam INi

Gambar
by: Ferry Arbania sepertinya ada yang terbuang dilaut sepiku.......... malam segera menepi ke bibir fajar......... .tak ada yang perlu dicemasi wahai diriku yang tak bergelombang............. l aut bali begitu menggigil.... aku jadi teringat nyanyian talbiyah ditepi kaki bukit sofa dan marwah............ terimaka sih ya Allah.ya Rahman ya Rahiim............. telah menumbuhkan suka dan kebencian  disetiap dada manusia-Mu................ ...

Payah Api

by: Ferry Arbania Sengaja aku berbohong padamu terlalu manis cinta ini buatmu aku tak ingin ada luka dari salah paham yang tak mungkin bisa kau pahami Kebohongan ini bukan salahku sebab tak mungkin kau mampu meredam cemburu biar ada sirat curiga dalam benakmu menambal hati dengan risau teka-teki aku tetap menyembunyikannya demi rasa sampai pagi, hingga tak berduri sengaja aku bertaruh dengan damai biar mampu kau pahami amarah sebagaimana aku memaklumi luka-luka dengan kata dan sakwa sangka sengaja aku berbohong padamu demi kerendahan hati untuk bisa damai dengan cemburu sepanjang kau tahu, "aku takkan mendua" 19062010/18.12

Pagar Bintang

by: Ferry Arbania satu 2 tiga pagar bintang kucelupkan jemari disebuah gerai seyum ada debar meringkik di belahan kutanya diri dalam sangsi "Ingatkah engkau, saat pertama, bibir ini, menciumi semerbak sayumu". 18062010: 11:23

Silent

by: Ferry Arbania Jangan obral metafora untuk sekedar menutupi ketakjuban ku tahu kau tak lagi sendiri dan kau mencinta dijendela hati Malam ditengah larut yang kesepian ada pesan singkat menyeruak mebelah debar pada denyut rindu kaupun menghela napas, sambil melirik kanan-kiri ternyata mendua dan ponselmu bergetar tak berdering kebersamaan indah itu sepertinya telah benar-benar kau silent dan senyap tak berpenghuni. angin menyingkap gaun tidurmu kau [pun mengeluh dibelai angan meraba sangsi di pucuk-pucuk kamar kau rasakan sentuhan berlipat jantan kau tiadakan sejoli buat memeras keringat bayangan kau mabukkan  dekap kelam pada riuh bayang-bayang yang memuncrat dari wajah dingin yang tagih "Maafkan aku suamiku" Karena telah... Mendua Dikamar Hati 10062010/10:33

Sajak Pualam

Gambar
by: Ferry Arbania menatap sajak-sajakku yang buram melewati kawah gerimis daun-daun muda orang-orang menyebutku penyair jalanan yang setia menuntaskan jejak maut dengan nisan-nisan tak bernama lalu kukabarkan nasib ini pada terbit matahari berkhutbah pada sang bulan persis dipinggang kemarau yang montok "Ada apa lagi dengan puisi? kujawab tanya itu dengan sajak-sajak bidadari meski gemulainya tak setakjub pukau dinegeri malam angin datang menyapaku mengabarkan kepergian jibril pada sebuh jabal tempat muhammad menciumi wahyu dada ini serasa bergelombang menahan getir nasib yang nyata hingga tak ada lagi yang lebih mempesoana selain debar hujan malam ini selimut tebal meleleh dalam kobaran cinta jendela waktu terkuak dalam rindu luka menganga, menandai sebatang cigarette berwana ungu yang diujungnya telah berwarna bibir tua sebab dikepulannya yang tak berasap kau nikmati juga sebatang janji yang diletupkan gegap, pada birahi. 18062010/ 01:15 ...

Facebook Gatal Dipestamu

Gambar
by: Ferry Arbania 23.13.] 17-06-2010 bagaimana mungkin aku bisa datang kepestamu sedang aku tak biasa dengan dansa jangan sedih penyair bila aku tak ada dimeja makan malammu bukan apa-apa, aku hanya gugup memikirkan sendok dan garpu diatas piring beralsakan meja berkilap sedang dikelilingnya telah dipenuhi dengan aroma wiski. jangan menangis kekasihku jika sayunara tak pernah kutemui engkau mungkin ini adalah pilihan salah saat engkau tak hendak berkilah biarkan aku dengan puisiku, malam ini sambil menantimu dikelopak kantuk yang datang diam-diam menyembul daru facebook ku yang gatal dipestamu Madura Timur Siwalanku

Jempol

Gambar
by: Ferry Arbania Jempol ini akan selalu memanggilmu denngan pesan singkat dan kemarahan ada kata-katamu yang menyeruak menuliskan pengap pada polusi  eksotika sesudah itu, kau kabarkan aku air mata jempol ini akan selalu menjagamu dengan pesan singkat dan cinta membangunkan rindumu dengan satu dua ciumanku setelah itu kau temui aku dengan sungging senyummu yang jempolan. ░░█░█▀▀░█▀█▀█░█▀█░█▀█░█░░░ ░░█░█▀░░█░█░█░█▄█░█░█░█░░░ ▄▄█░█▄▄░█░░░█░█░░░█▄█░█▄▄░ Jawa Timur, 18 Juni 2010

Sajak Lenguh

Gambar
by: Ferry Arbania : buat Sang Pemilik Mesum   Andai saja kau bukan istriku mungkin cinta tak sedingin salju Andai kita menikah  sesudah badai meniadakan pelukan dan lenguh bianglala mencumbui setiap abajad namamu dan merebahkannya diatas sehelai daun jingga tapi kini, kau telah memasukkan ilalang pada setumpuk kembang dan merontoki kesetiaanku yang terikat di pohon cinta sesudah itu, kau jatuhkan gambar-gambar binatang pada ketelanjangan kaca yang bergerak dan berdenyut di sebongkah video tak berbaju akh, istri macam apa lagi kau ini sudah kau duda-kan diri ini jadi rantau masih saja kau pulaskan burung-burung tak bertuan dan sangkarnya kau lempar pada situs-situs internet yang dahaga pada getah surgawi jika saja aku bukan suamimu kunikahi engakau dengan kepura-puraan lantaran kesetiaan hati telah engkau gadaikan bukankah Tuhan tidak pernah pulas dan tertidur? katakan padaku sebelum Fajar kemarahan atas dasara apa kau perlakukan senggama ...

Jerit Pukau

Gambar
by: Ferry Arbania : Buat Sahabat Hati Rini Intama menghantar kelopak jiwa ini serasa bergemuruh menahan jerit pukau pada lentik dan rekah bibirmu yang kurasa menguntum dalam mabukku mendekatlah permaisuri hatiku jangan biarkan angin malam mengangkangi wajah bulan telah kusiapkan lagu-lagu kesukaanmu sajak-sajak Basrah yang menggigil atau pada auramu yang menguning dalam do’a suci bergegaslah………….. merunduklah pada tegarnya pohon jati lantaran ceruk malam memahkotai hati dengankekayinan jangan hiraukan desah daun yang memanjang diranting akasia itu dengarlah melody kesungguhan ini denting iramanya telah melahirkan suara Daud mendiamkan resah pada puisi-puisi kita syair kehidupan yang digembalakan seperti pintamu pagi itu mengajakku bernyanyi dalam riuh gitarku yang mangsai………. lambaiang kain itu sepertinya telah mengijinkan jemari yang lain untuk mengusap peluh yang melepuh pun juga angin yang sesekali menyelinap dalam kantuk kutemukan semerbak rasa menyerte...

Fantasi Bulan Madu

Gambar
Poem by: Ferry Arbania cinta yang dibalut sutera dan ijab kabul meniti desah dalam titik nikah amboi indahnya jelita dan rupawan tak kan berpaling dari gesekan biola yang melenguh dalam percakapan benang kamar pengantin ini telah bermawar empuk kasur yang dibiarkan kusut derai-derai angin telah meliuk basah mencumbui denyut jantung memacu kubiarkan kau tersenyum dan mendekat kusambut aroma tubuh dengan peluk dan cium hangat dan kaupun berkata......... "Jangan renyuh pangeranku." Madura Timur, 15062010

Kembali Ke Hati

Gambar

Larut

Gambar
by: Ferry Arbania Makin larut saja hati ini tenggelam dalam peluh rasa bertukar kabar dengan hati dan pikir sejenak, bahkan berlama-lama dengan keyakinan kutemukan wajah ini berselimut mangsai lalu kutengadahkan pandang pada langit kutanya sepi kau jawab ilusi ku pinta rindu kau jawab abu-abu lantas kupetik bintang dikeningmu ternyata hati berbuah bulan duh ritme hati yang basah “Mengapa larut dalam gairahmu” Madura, 14 Juni 2010 disebuah Pemilukada

kutitipkan cinta ini

Gambar
by: Ferry Arbania kutitipkan cinta ini  lewat puisi dan kidung perawan kunyanyikan kembali saat subuh menyelet selangkangan bulan yang basah seketika.....
Gambar
by: Ferry Arbania

Linu Kata

Gambar
by: Ferry Arbania Tak perlu merajut jika cinta tak terwujud tak perlu menangis bila air mata bukan segalanya jangan bersedih, jika pelukanku tak berujung

Catatan Sepi

Gambar
by: Ferry Arbania Tak dapat kulukiskan saat malam berwajah api sekerat daging dan kain kafan mengecutkan berang dan emosi didada mata hati, mata jiwa, jiwa dahaga, jiwa  layu menarilah......... berpuisilah dengan sajak-sajak Tuhanmu tanamkan cinta dengan keberanian lalu pasrah dalam petunjuk maut yang mendekat.