Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Dialog Jingga

Gambar
Anna Althafunnisa wahai pujangga cinta..... masih tertatih jalanku menuju kesana aku pernah terluka... tersungkur di antara noda...sedah kukatakan...aku bukan penikmat derita... ...senyumku mengembang dibalik teriknya bukit ku hanya ingin kau tau... aku bukan wanita biasa... namun perlu waktu untuk kembali berdiri memapah benih yang hampir mati... ****.....**** (Ferry Arbania) kupahami luka yang bersikukuh dalam jiwamu meski belum seberapa lama kupinang tatih langkahmu satu- satu sambil kuberharap, tangan ini bisa memapah langkahmu menuju jalan cahaya............... ...cahaya itu adalah harapan kita bukit cinta yang lama menggigil dalam riuh luka dan kini, Tuhan telah menggandeng hati kita membiarkan lamunan setinggi bukit uhud namun, siapakah yang berhak menjadi raja pengantin jika hatimu adalah jiwaku....... menarilah dalam nyanyian akustik cintaku yang membara........... (Sajak bersama difacebook)

Muslim Hacckers dan Reformasi Teladan

by: Ferry Arbania Menurut Wikipedia, hacker adalah seseorang yang mendalami komputer secara mendetail. Tetapi seiring berjalannya waktu, istilah “hacker” sering disamakan cracker. Hal itu membuat pandangan masyarakat terhadap hacker menjadi negatif. Untuk meluruskan pemahaman yang keliru itu, dibuatlah semacam upaya atau gagasan cerdas dari pemilik situs muslim bernama muslim hacker (http://muslimhackers.net .) dengan maksud memberikan pengertian sebenarnya tentang hacker kepada masyarakat sekaligus proses memperkenalkan situs ini ke khalayak ramai terutama masyarakat muslim di dunia. Salam silaturrahim, Ferry Arbania

reformasi dalam catatan facebook

Heru Budi Prayitno Saudara2ku Cb cari arti sebenarnya reformasi ! Mnrt Sy reformasi itu proses perubhn yg msh mempertahankan hal2 yg baik n meninggalkan yg buruk , tp kenyataan yg ada saat ini sebaliknya bos , bgmn menrt pandangan anda saat ini ? Ferry Nadafm terlepas dari pemahaman teoritis dan kajian ilmiah lainnya yg kadang hanya "menyesatkan" masyarakat awam_saya melihat_ praktek keterbukaan, keadilan dan kesejahteraan di era reformasi masih ibarat apai yang jauh dari panggang. Orang kecil m...asih banyak yang tdk berani menuntut haknya karena tidak mampu membayar pengacara dan kuasa hukum lainnya. Rakyat kecil banyak yang takut menjadi saksi atas ketidak adilan karena takut tidak aman dan terintimidasi. Bayangkan, butuh bantuan LSM saja kadang tidak berani karena takut masalahnya hanya ngambang ditengah jalan. Belum lagi krisis media, dimana orang2 sdh semakin muak dengan ulah oknum wartawan yg kadang tidak bekerja sebagai juru berita saja.Melainkan ada oknum yg sengaja...

Kemarau Basah

by: Ferry Arbania cemburu itu mengasah ilusi pada riang tanya mengancik patah pada kemarau basah wajah lumut dan daun hati yang bermekaran kini melengkung diujung rasa, menyergap sementara dikaki sajak berwaktu bukit-bukit kecil menyiangi saujana pergi dan mencari pandang pada rumah sajak tak bermelati 26-08-2010/5:33

Menukar Cemburu

by: Ferry Arbania tak ada yang bisa menukar pahit dengan manis begitu juga cemburu tak ada yang bisa kukatakan padamu selain mendengarkan burung dinadiku bernyanyi dalam sahut bimbang 5:55 26-08-2010

Atas nama lelakimu

Gambar
by: Ferry Arbania Atas nama lelakimu ijinkan kutombak sepi dalam duri ...mengurai kembali makna kecupan dari merah pipi dan bibir delima ayo dik, monggo Mas celup rayuan sambal desah panas memanjang kejang menggelinjang aduh, siapa lagi lelakimu permisi, mohon maaf jangan salah paham aku tak dendam demi kepuasanmu ketelanjangan ilusi yang memagut malam menjadi seirama percik aku ingin muncrat kau tahan dengan kapak ciuman kutersungkur pada kenyal sajadah kau palingkan aku pada telanjangmu Ya Allah inikah api syahwat bumi yang berkali-kali memanggan samudera bisakah kujinakkan jika apinya telah melukai cemburu dan getahnya kian tak bersperma. (24-08-2010/13.01)

Tuhan

by: Ferry Arbania Allah tak butuh Tuhan maka jangan tuhankan akal dan jabatanmu Allah memang indah tapi tak usah kau pamerkan gemulai tubuhmu Allah tempat berkeluh kesah tapi jangan berseru disaat terhimpit musibah biasakan ya Allah dalam syukurmu Aku dan Allah engkau dan Allah Allah dan kita sama-sama punya kehendak tapi kita tidak bebas bertindak kalu tak mau ditegur bebaskanlah hati dan akalmu dari keangkuhan Allah saja Maha Penyabar kenapa kau bermain-main dengan orang sabar Allah tak punya istri kenapa kau lukai cinta Allah Maha mengetahui namun dengan pongahnya kau bohongi ajaran-Nya kau mudah mengemis jabatan dan cinta sementara tangan-tangan kekuasanmu fatamorgan kenapa mesti berkuasa dengan selega maumu Ya Tuhan-Tuhan yang merajalela dimana-mana banyak penyembah akal dan profesi dinegeri ini siang malam berkursi hasrat naik sedan dengan gaya setan lalu turun menginjak dada kaum tertindas dan masuk kekandang tugas dengan gegas laiknya sepasang kuda yang enggan menoleh kehati y...

Sujud

by: Ferry Arbania Ya Allah tuhan raja diraja telah sampai malam pada peredarannya dimana hati telah bergegas mencumbui-Mu dalam sujud dan tasbih saat hari menenggelamkan diri pada ufuk barat kutemukan wajah sunyi kembali bernyanyi dengan air mata tetapi tidak dengan luka kami hanya ingin mengembalikan sujud pada-Mu mengharumi kamar takbirku dengan nyanyian cinta meski kuyakini tak kan pernah selesai aku khan setia memenuhi panggilan ilahiyah suci Ya Yang Maha Seksama ajari aku berasma-Mu dalam detak dan detik tanpa suara tanpa kata-kata Allahusshomad!

Suluh Api Suluh Jiwa

Gambar
by: Ferry Arbania Telah kecumbui malam dengan api membakar sisa cemas dengan keyakinan betapa kesucian cinta hanya ada pada-Mu tidak pada kelamin dan syahadat kepura-puraan telah kuamini risau para malaikat sorga saat mereka suntuk dengan kejantanan birahi yang sia-sia lembut, ayu dan peling terindah sekalipun tak pernah ada kecuali dengan telunjuk kasih robbani aku tak yakin mampu bermain percik taman kaustar namun kecintaan-Mu menguak pintu taubat membuat jiwa ini bernafsu mengetuknya ya api neraka, jangan bimbang menyulut emosiku. 22-08-2010/19.34

Martabak Sastra

by: Ferry Arbania biarpun puisi ini tak kau puisikan aku 'kan tetap bersamamu mengeja dunia melapal makna hidup dengan cinta merjaut hari sampai datang sangkakala biar kata dimanja sepi aku kan tetap menulikan cinta dan kemanusiaan seperti kesetiaan hati untuk bersama ayat-ayat tuhan kau tetap sahabat karibku manusiaku dan kebersamaanku biar pujangga tak bertukar buku dalam sajak-sajakku aku akan tetap menulis dengan kebenaran cinta sampai kaupun tahu aku tak bisa ditukar dengan kata-kata jikapun kau betanya milik siapa puisi ini aku akan menjawabnya untuk kemanusiaan yakni milik kita Indonesia. 19.50 Merdeka bersama puisi

Secelup Cinta Sebening Zamzam

Gambar
by: Ferry Arbania Ya Allah Sang Maha Kasih ijinkan aku menikah tanpa harus meninggalkan cinta-Mu celupkan hati pada kasih sebening zamzam taburi langit semesta hati dengan air kembang dan bebunga suci aku tak ingin meninggalkan kehangatan kekasih mendiamkan hasrat bening yang menggemerincing diufuk jiawa ya Allah ajari aku menggenggam cinta tanpa angkara aku tak ingin sendiri dalam kesepian tapi, jangan biarkan hati sunyi tanpa-Mu ilahi anta maksudi waridhaka matlubi aktini mahabbataka wamakrifatak 2.34.24-08-2010

Tak Biasanya

by: Ferry Arbania begitu singkat kau menutup kisah malam hingga percakapanku terkantuk diruang sepi..........

Gigil Sepi

Gambar
by: Ferry Arbania kelopak mawar itu telah jatuh kepangkuan cinta menyoraki sisa debu dihati melapalkan desah napas embun yang bergulir dibukit sunyi ...dan malam ini adalah keharuan purnama menemani selusin mimpi yang tak pernah usai lantaran kutahu wajah langit tak lagi menatap sangsiku maka sabarmu yang mengulir telah kupahami sebagai titah sepi dari tangkai malam yang peluh dan bersandar diseparuh jiwa yang entah kemana 23:40/23-08-10

Episode Cinta I: Kembara Sepi

Gambar
by: Ferry Arbania Ketika malam datang Kutempa engkau dengan resah membara Mata air cinta dan hutan kata mengepungku dengan nyanyian suka cita Angin laut berdesir –desir dibelakang senyap rumahku Langit menyapaku dengan riang gemintang tetapi aku tak bisa mengumbar tawa Kecuali diam mematuhi bayanganmu yang kian lincah menggoda Secangkir kopi dan cigarette pekat lintingan ibu Kudekap saja dimulut tak terhisap Lantaran dingin tak kuasa kujinakkan dengan api Kupasrahkan saja hidup ini padamu Sepasang Lilin kecil diatas meja makan Melelehkan tangis embun yang terkesiap Kudekati daun pintu yang terkuak diwajahmu Sampai tak ada lagi yang meniupkan kekesalan Hingga padamu kukapakkan sepinya hati 1:18/10/07/2010

PENGANTIN DINI HARI

by: Ferry Arbania Buat yang meninggal tgl 17 juli 2010 Sungguh leluasa angin malam ini Suaranya yang mendesau-desau Mengajakku bersimpuh dalam peluh Air mata bercucuran Menanggalkan kelopak cinta yang merenta Jari-jari dingin tumbuh dalam belai asma-Mu Memuji segala keagungan rabb Mengiringi sepenggal nafas satu-satu Ya Allah, yang Maha Hidup Betapa keabadian tak dapat kami miliki Semua harapan dan keluh kesah yang tertuang ditungku nasib\ kini tak lagi bisa berkata hanya kerdip mata renta saja yang Memanggil-Mu dengan penuh rindu\ Ya yang Maha Pemberi Hidup Sambutlah kedatangannya dengan cahaya Hiasi rumah pengantinnya dengan lentera kekuasaan-Mu Saat Ia pergi memenuhi panggilan-Mu dini hari.

Kuturut saja apa maumu

Gambar
by: Ferry Arbania 16082010 Kuturut saja apa maumu Bintik-bintik kata perbedaan Kau pinta diri mengarung sepi Tak kupanggil engkau demi karibnya kebersamaan Kuamini saja keluh kesahmu demi kesuciaan cinta yang kau damba pulang dan pergi menaiki sayap takdir sambil mengeja hidup yang menjemu kuanggukkan saja permintaanmu sambil mengelus dada dan pening kepala lalu kutanya kembali hatimu “Hendak kau bawa kemana paras elokmu itu?”.

Sayap Merdeka

by: Ferry Arbania Kepak fajar kembali memanggil Melintasi lereng sunyi yang menggigil Matahari dan kantuk batu dipelupuk hari Sebentar lagi berkunjung diketinggian api Panasnya bumi kembali membakar tapak kaki Memuja impian dengan karya nyata Menepis keraguan dengan langkah pasti Begitu juga rasa ini padamu, negeriku Senantiasa berkobar-kobar Bergemuruh dan menggema diangkasa jiwa Indonesiaku, Kusebut engkau dengan kasih Tuhanku Yang Esa Agustus 2010

Sayap Mawar

by: Ferry Arbania Barangkali kau sudah jenuh menatap kesungguhan ini Atau kau hendak pergi dan hijrah ke tautan hati Meninggalkan kesempurnaan cinta Mengenang pahit madu dan nikmatnya anggur kenangan Jika memang sudah bosan Palingkan wajahmu dari gombalnya sangsi Lalu kembali pada ciuman pertamaku yang kau terbangkan diantara sayap mawar 16082010
by: Ferry Arbania jika terjadi kesalah pahaman jangan sekali-kali menyalahkan orang lain apalagi orang lain. Langkah terbaik menyiasati kesalah pahaman adalah menganggap kesalahan orang lain sebagai bagian dari fitrah kita yang tidak pernah luput dari kekurangan dan kesalahan itu tadi.

Cinta bulbul

Gambar
by: Ferry Arbania Lama-lama bosan juga aku menatapmu Makin hari kau tampil dengan ngilu pantat dan bekini Tak sabar cemasku menatap tingkah bianglala Yang berbuntut mengekor sakwa sangka 22-08-2010/23:29

Usai Kemerdekaan

Gambar
by: Ferry Arbania 65 tahun Indonesia menangis dalam kobaran api merdeka Pahlawan revolusi dan reformasi abad ini Senantiasa melahirkan prasangka maut dan kekuasaan Yang berderet-deret diantara kursi para penguasa Jangan kibarkan bendera itu didepan rumah kemiskinanku apalagi memaksa kami berjemur dibawah terik kebiadaban lantas dibiarkan kesrurupan menagih janji-jani lantas apa beda penjajah dengan penguasa orang asing kita kutuk dengan dalih kemerdekaan lantas kita yang Indonesia dengan entengnya menyiksa dan memeras sesama hak-hak orang miskin tak jarang dibuat dalih untuk memperkaya diri yatim piatu dan petani yang sengsara kita Bantu dengan bibit dan pupuk murahan sementara kita yang pejabat makin hari kian tambah serakah gonta ganti mobil mewah sebagian lain pasang tampang wibawa lalu berkata-kata didepan media sambil beretorika kesejahteraan semu mari kita usir tikus-tikus Negara di negeri ini dengan darah yang masih merah lalu pekikkan kemerdekaan sempurna “Indonesia merdeka dar...

Impian Lengang

Gambar
by: Ferry Arbania 23-08-2010:1.16 Mari kembali membuka lembaran baru Singkirkan rasa takut kalian Ambil sikap sambil mengayun langkah kaki ke masa depan Jangan takut dengan moncong senapan Sebab Tuhan tak pernah tidurkan maut dengan bisul baja Atau dengan lenguh srigala yang menggerayang ditubuh bimbang Lihat oleh mata hatimu Dengarkan dengan telinga kemanusiaan yang sebenarnya Jangan bicara macam-macam soal demokrasi Jangan reguk darah perawan dengan kekuasaan Atau kau ingin jerit kutuk berhambur dari gelombang amarah Wahai anak bangsa yang enggan memangsa Kemana kalian kembalikan akal sehat dan nurani Kenapa rumah impian ini begitu lengang Siapa yang menyeret keberanianmu kelembah-lembah nista Bukalah kepal tangan kalian dari belenggu Lalu tunjuk aku didada Kobarkan keberanian dengan nyala perjuangan Atau kalian telah benar-benar pergi dinegeri sunyi Meninggalkan badai yang terpendam dirahim simalakama

Obsesimu

by: Ferry Arbania kuyakini obsesimu menjadikan diri lebih luar biasa lebih gampang memaknai keyakinan dan tak mudah diterbangkan dalam impian kuteladani teguh tekad dibatinmu kokoh dan mengakar dalam rahasia purnama semoga cinta itu senantiasa menjadikanmu semakin luar biasa 21:58/23-08-2010

Kenyal

Gambar
by: Ferry Arbania 22-08-2010 You yang punya sinar panggang aku dalam cahaya henyak kenyal dialtar pesona dag dig dug mataku terantuk putihmu Duh, kenyalnya warna semakin takut aku tak bersamamu. 13.45 menit

Sangsi Diam

Gambar
by: Ferry Arbania 22 Agustu 2010 Ferry Arbania Cium aku sebelum puisimu sambil kita robohkan api ke sorga langit sudah mulai mendung menutup sisa kerontang yang mengerang biru kuning yang memutih diubun-ubun sajak jingga hari ini menjelma sayap-sayap cinta yang tak terucap menyisir hitam putih jiwa yang dahaga begitupun aku dan rahasia diammu "Aku pasti tau..Kau tak lagi cemburu" 14.00

Ya Allah Dusta Ini

by: Ferry Arbania Tak perlu gelar doktor untuk menuliskan puisi di negeri ini katakan siapa yang bangsat siapa saja yang suka curang dengan tanpa malu memakan uang rakyat tak perlu jabatan buat sekedar menulis cinta buatlah kebijakan yang sampai tak ada kesengsaraan dimana-mana orang merintih, mengeluh dan menyesalkan tindakanmu tapi siapa yang ingin jadi pahlawan kotamu dan kotaku telah sama-sama berdarah otak kiri dan otak kanan kita sudah persis halilintar mudah mengamuk dan gampang tidak percaya lantas siapa yang berani menyumbat mulut kita kalau wajah keadilan kita uangkan dengan kerakusan sentuh sana sentuh sini kebenaran tak jarang dikaburkan jika sudah seperti ini orang-orang akan balik bertanya "untuk apa kehadiran puisi. jika kemiskinan hanya sanggup diakali?"

Surga Ronta

by: Ferry Arbania Kutulis cinta dengan kapak dan tumbang pohon akasia melewati hutan pukau dibukit-bukit kota sejenak aku tanya engkau tentang badai namun jawabmu serupa anggukan kepala diam-diam kutulusuri kembali aroma tubuhmu yang menganggkang dari sepenggal senyum menumpah dijagad malam "jablay, jablay...." katamu sembari meronta dipundak laki-laki akh, ternyata surga Tuhan telah kau bocorkan seketika 20 Agustus 2010 diselangkangan waktu

Kenapa Harus Puisi?

by: Ferry Arbania Menekuni dunia per-puisian dewasa ini seolah-olah membuat kita dihadapkan pada sebentuk kenyataan yang sungguh membuat keberanian saya kadang "menciut". Betapa tidak, ditengah persaingan hidup yang semakin berat, belum lagi berhadapan dengan pola hidup yang cenderung mengarah pada kehidupan hidonisme dan nafsi-nafi dewasa ini, kiehadiran tukang puisi di negeri ini seolah-olah dilihat sebelah mata. Jujur saja, orang mungkin lebih gampang mengingat syair-syair lagu romantis dan cengeng ketimbang memahami satu suguhan pernik hidup yang disajikan melalui sepenggal sajak dalam puisi kita............(bersambung)

Tanya Kau Dikataku

Gambar
by: Ferry Arbania belum genap jadi sepuluh kau telah tinggalkan harapanku menjadi sembilan menoleh kearahku meski tidak dengan senyuman lalu pulangkan hatimu pada perahu moyang yang mengusung rindu menjadi tawakkal aku tak ingin menitipkan apa-apa dalam semerbak wajahmu aku hanya ingin menyatakan takjub ini sebelum purnama aku yakin kau akan sempurna tanpaku dan bersemi kembang cinta ditaman impian 19 Agst 2010

Jangan Hapus Namaku Dengan Air Mata

Gambar
by: Ferry Arbania Jangan hapus namaku dengan air mata sebab mimpi kita belum sempurna jangan menjauh dari harapanku sebab cinta telah tertancap dihati mendekatlah kekasih sebelum fajar mencumbui kisah kita 19-08-2010

Pohon Jiwa

Gambar
by: Ferry Arbania angin yang menerpa pohon jiwa seingatku tak pernah mematikan begitu juga dengan badai ia hanya ingin bertamu dalam kesabaran kita......
by: Ferry Arbania biarkan rasa getir itu pengeran.. jangan hiraukan jangan dipertahankan terlalu manis duniamu untuk diabaikan dengan pedih dan getir rasa yang memahat diulu hati siapkan satu langkah lagi menuju ranjang bulan yang memukau.......... 15 agst 2010

Ku kira Kau Puas

by: Ferry Arbania hancurkan saja hancurkan rusaklah apa yang ingin kau rusak tetapi jangan berharap kau bisa hidup dengan sempurna..................... aku juga mampu membuntututimu ketidak beresanmu rasa usil kamu itu aku juga tau....... teruskanlah tertawalah dan busungkan dadamu Tuhan pasti bersamaku.............

Toko Santoso Dua Sumenep

by: Ferry Arbania Adlip Toko Santoso Dua Berlaku sejak tgl 6 Agustus 2010 s/d 6 september 2010 Jadwal siar:   Pkl.07.00-08.00    Pkl.09.00-10.00   Pkl.10.00-11.00 Pkl.12.00-13.00   Pkl.22.00-23.00 Penikmat nada/ nikmati penawaran terbaru dan istimewa untuk anda yang tengah memerlukan aneka macam kebutuhan alat-alat bangunan anda, dengan berbelanja di toko santoso dua dan toko santoso tiga, yang ada di jalan Hos Cokro Aminoto Perlu Anda ketahui, toko santoso dua ini merupakan toko bangunan terlengkap di kota sumenep. Dan sudah puluhan tahun melayani setiap kebutuhan masyarakat sumenep. Sejak tinggal di jalan diponegoro sumenep. Dan kini, Toko Santoso dua  sudah pindah ke kampong baru atau depan bakso adil sumenep, tepatnya dijalan Hos Cokro Aminoto. Senantiasa memberikan kepuasan pelayanan memadai bagi anda yang membutuhkan atau ingin berbelanja alat-alat bangun...
Gambar
by: Ferry Arbania