Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2010

Rayuan Lincah Kota Buaya

Gambar
by: Ferry Arbania Rampak pedang disela desing tua muda belajar menikam dari depan, samping dan belakang lainnya lagi menendang seenak hati dimana-mana orang canggih berbicara gaya hidup ibu-ibu maju terdidik mengeluh tak dapat jatah perhatian suaminya lainnya lagi terbata-bata menolak semburan kata pedas istrinya siang malam orang berebut kue jalanan meja makan restoran kasur kenyal apartemen dan empuknya kamar tidur hotel murahan tak asing lagi diperbincangkan orang-orang kantoran. nasi bungkus 1 rantang apel merah kemeja warna putih dan celana pendek dipinggiran mall kueja satu, dua, tiga kalimat kesal sedan silver dan coklat muda warna rokmu itu sesekali tersingkap menantang kelamin jiwaku liuk-liuk daun kota surabaya yang segar paduan arsitektur dolly dan nyanyian waswas kali jati seakan-akan mengumbar kejantananku yang perih lantas berkhidmad pada birunya senyum ampel sunan ku Duh......... Sampah ini benar-benar menggodaku 30/09/2010. 21.01

belajar pada perempuan

Gambar
by: Ferry Ar. Belajar pada perempuan dari tangis dan perihnya setia kaki langit atau langit cinta tak benar-benar berkaki belajar dari perempuan kusulam maknsa dari benang yang memintal kujaga rambut dari terpaan angin rayu sambil mengucilkan hasrat yang kadang tak semestinya belajar dari perempuan cara memasak dan mencerca diri perempuan-perempuan itu adalah cahaya memori kisah pelangi yang penuh warna warni tapi siapakah yang mampu bertahan disini diatas bongkahan api yang rindang cemburu Soengenep, 29/09/2010: 15:22

tEORI nULiS pUIsi sEmauMu

by: Ferry Arbania Orang menyangka puisi itu milik penyair. Orang mengira, tak semua orang bisa menulis puisi. Ahk siapa juga yang bilang. Puisi, menurutku tak ubahnya seperti nasi yang bisa dimakan siapa saja, kapan saja (baca:kecuali bagi yang mejalankan ibadah puasa ramadhan pada siang hari). Nah, kalau puisi sudah ibarat nasi, maka tak ada alasan untuk tidak menulis puisi dan membcakannya untuk orang lain. Dalam membuat atau bahkan dalam teori membacanyapun juga tidak jauh berbeda dengan memasak nasi. Mulai dari mempersiapkan bahan-bahannya seperti beras, air dan kompor tentunya. Puisi juga demikian. Kita harus pandai-pandai memilih tema yang akan kita garap menjadi sebuah masakan bernama puisi. Tanpa tema juga tidak dosa hheeee.......Lantas bagaimana cara mudah menulis puisi? Saya punya cara termudah dan mungkin saja bersebrangan dengan teori2 yg sering temen2 pemula baca. Tips menulis versi saya nih heeee_promosidotcom: 1. siapkan alat tulis dan kertas, bisa juga laptop/kompu...

Kandang Puisi

by: Ferry Arbania Kandang Puisi (Diplomasi Sajak dan Pejabat Teras) by: Ferry Arbania kuboroskan kata demi puisi tak kupatuhi teori-teorimu demi memanja hati dari dengki apa salahnya aku menulis demi kebenaran pikir lalu mengembalikan jalanmu yang terpotoong di sudut remang ingin kubakar majaz dalam sekam sajak-sajaku mengembalikan kisah daun yang jatuh dibantal bumi dan kau datang menemani kisah-kisah ku yang panjang untuk apa berebut teori jika puisimu adalah puisiku lihat saja wajah kotaku dengan ranting-ranting sajak dan puisi-puisinya yang terbakar dikampung Zawawi muda mudi yang dulu dimabuk diksi kini pergi meninggalkan negeri imajenasi entah penyakit apa lagi yang menggerayangi kota peraih adipura ini tukang syair mengutuk diri para demonstran memukuli pejabat dengan cemooh dan caci maki bintang dan pangkat kehormatan sepertinya telah berpundak di ujung kesangsian rakyatku kumasuki gedung-gedung kampus yang sempit sebuah ruang gerak tetater yang tak...

Perih Rasa Serupa Puisiku

by: Ferry Arbania kutulis lagi ngilu pantatmu dengan riuh sakwa sangka kubakar cemburu dengan kepastian luka menganga ... renyuh renyah panah-panah jiwa mabuk dalam cinta bidadariku terbang dari sudut hati kelubuk jingga warna warni asmara yang mengepul dari dahaga sayup lirih burung-burung kecil di nadiku hari ini kembali bangkit menjunjung rembulan dan memoriku benar-benar terkelupas dalam file cuka yang kecut, masam dan berdarah-darah disungai tawa ada apa lagi dengan cerita cinta kenapa disetiap tebing malam tak kau sediakan lagi cahaya atau telah kau habiskan juga luka-luka anyir.... kau memang anyir darahku kau isap dengan emosimu kau telanjangi aku dengan kepura-puraanmu kau habisi aku dengan kejayaanmu, lipstik kepura-puraanmu aowwwwwwww dengarkah hatimu tentang teriakanku yang berlobang sudahkah jiwamu merunduk dalam teduh bimbang atau kau telah benar-benar pergi dengan rencana mu itu.............. (puisi bersambung dalam hati) 28/09/2010: 23:33 ***** TABUNG PUISI YANG TUMBU...

Tanya Kau Dikataku

by: Ferry Arbania belum genap jadi sepuluh kau telah tinggalkan harapanku menjadi sembilan menoleh kearahku meski tidak dengan senyuman lalu pulangkan hatimu pada perahu moyang yang mengusung rindu menjadi tawakkal aku tak ingin menitipkan apa-apa dalam semerbak wajahmu aku hanya ingin menyatakan takjub ini sebelum purnama aku yakin kau akan sempurna tanpaku dan bersemi kembang cinta ditaman impian 19 Agst 2010 

Korup

by: Ferry Arbania lawan korupsi atau kau dapat mercy ... dimana-mana orang tak lagi kompromi dengan kolusi meski sebagian lain repot diri soal nasi dimanakah kutemukan wajah hukum saat tikus-tikus kantor tak mudah dipenggal kepalanya bau tengik dan pengapnya kepentingan sepertinya taki streil lagi kota ini malam-malam dari siangku melahirkan sesumbar kekuasaan dan pabrik janji-janji ribuan anjing berlari-lari mencari keadilan memungut sampah ketidak adilan mencekik leher saudara-saudara mereka sendiri dengan pisau adu domba tangan-tangan kematian dan hasrat membunuh sudah lebih vulgar dari tontonan menjijikkan kawat-kawat payudara yang dikemas dari timah senapan baju-baju seksi yang dihantarakan lekuk hewani semuanya berkandang pada angkuhnya jiwa dan kini, manusia sehabis reformasi sudah lebih suka bermandi darah berjemur diatas tanah rakyat yang terluka sambil menebalkan muka tak tahu diri Lantas siapakah yang benar-benar tidak korup di negeri ini...??? <<Puisi Togel Dikandang ...

Kupetik diammu

by: Ferry Arbania meski kau pergi meninggalkan aku dalam diam. kepahamanku padamu takkan pernah sirna. sebab inti kebersamaan kita adalah pernikahan jiwa yang ... agung dan putih ikhlas dalam setia........     (Ferry Arbania, Puisi Jiwa dari Kandang Puisi 2010)

" Diplomasi Cinta Dilangit Pubertas 2010"

by: Ferry Arbania kucari engkau dalam serbuk puisi sambil berharap ada kristal planet yang jatuh dari kata menari-nari dalam kisah pelangi dan air mataa oww......tatapmu kian tak terduga.....................     Ferry Arbania dalam Kandang Puisinya: senin, 27 september 2010

Indonesia dilangit Manca, Antologi Usang Yang Merangsang

Indonesia dilangit Manca, Antologi Usang Yang Merangsang) by: Ferry Arbania kuramu dinding facbook ku dengan puisi seumpama jamu anti nyeri otot dan sendi kukbarkan hari-hari indah beramamu sambil mengayam cinta dari riang waktu selamat malam penghuni waktu mari bergandeng mesra sebelum fajar dekatkan hati pada sang pencipta sebab kita tak cukup kata untuk sekedar melukis nikmat yang sempurna dan inilah Ferry Arbania datang kembali dengan sekuntum aroma sayang nan tulus mengucap salam persahabatan untuk bumi dan langitku sambil menyanyiak lagu perdamaian meneriakkan merahnya kebersamaan mari kibarkan semangat cinta yang menyala dari putihnya do'a dan pengharapan agar tak usang kebersamaan biar tak jenuh menatap wajah negeriku Indonesia, bertepuklah dalam semangat raya (Ferry Arbania 24 September 2010 http://www.facebook.com/Ferry.Arbania#!/photo.php?pid=545733&fbid=161513183861826&id=100000094370430

Perempuan Cantik Dan Semangkok Mie Bakso

by: Ferry Arbania Perempuan Cantik dan semangkok mie bakso menyapa hati dengan senyum dan senda renyah yang mendayu aroma getar yang menjalar dinadiku tak kuasa kuramu hati menjadi biasa perempuan cantik dan semangkok mie bakso kuhitung satu dua tiga porsimu menambah angka matematika ini kian berkuadrat cinta akh, senyummu benar-benar menggoda kupegang erat tanganmu yang lembut sembari kurapatkan kaki ini pada pintamu kaupun mengalihkan rasa pada darah kuciumi keningmu dengan tatapku hingga waktu melempar kita pada nyata menyulutku dalam rindu membakarku pada riang cemburu namun dadaku, ya dadaku tiba-tiba serasa berdegup ngilu dan kaku memanggil abjad namau yang makin lincah menari diubun-ubun malam ini bibirku mataku dan jiwa ini serasa tak mampu melukis haus waktu begitu kutahu perut ini tak lapar oleh semangkok mie bakso itu aku hanya ingin berdua dalam renyah percakapanmu sambil mendekatkan diri pada hangat nafas rayu duh juwita....... "kurindu...

''Do'a Para Kekasih''

by: Ferry Arbania - Jaga Hati dengan Iman - Jaga Cinta dengan Kesetiaan - Jaga Lisan dengan Ucapan ... - Jaga Kekasih dari Pedih - Jangan ada perih. Hidup ini adalah ibadah Mari bertasbih Jangan banyak dalih Ucapkan saja terimakasih Pada Tuhan yang Maha Pengasih.   17 September jam 17:26

Kunikahi Diammu (Senggama Puisi)

Kunikahi Diammu by: Ferry Arbania kunikahi diammu dengan puisi bait-bait senyum yang memerah dalam raga kupeluk engkau dengan hausnya jiwa lalu kukatakan rasa ini pada satwa ah jiwa, betapa getar ini kian bersimaharaja dan malam ini kau dekatkan lagi auramu dipunggung hayalku hingga satu bintang jatuh dalam langit asa diam-diam kurasakan hangat tatapmu bisakah kau percayai pesan singkatku dan mengamini pinta bulan di lincah cinta sekarang aku katakan padamu "Aku menyanjungmu dengan sepenuh hati" Anna Althafunnisa Satu bintang jatuh menggauli cintaku... bergelayut dalam puisimu... membuka tirai cinta mengungkit sebuah makna.... ahhhhhh...cinta..... Auramu memeluk sunyinya jiwa... ... mengukir senyum.....melukis air mata.... yah...kuterima suntingan mu......dalam sajak sajak bertaut.... Ferry Nadafm ada milis suka cita memanjang dialtar do'aku kau datang dengan sekuntum senyum penuh pesona kuraba sajak-sajakmu yang lenguh sambil mengeja garis nasib yang keny...

Kunikahi Diammu

by: Ferry Arbania kunikahi diammu dengan puisi bait-bait senyum yang memerah dalam raga kupeluk engkau dengan hausnya jiwa lalu kukatakan rasa ini pada satwa ah jiwa, betapa getar ini kian bersimaharaj dan malam ini kau dekatkan lagi auramu dipunggung hayalku hingga satu bintang jatuh dalam langit asa diam-diam kurasakan hangat tatapmu bisakah kau percayai pesan singkatku dan mengamini pinta bulan di lincah cinta sekarang aku katakan padamu "Aku menyanjungmu dengan sepenuh hati"  22-09-2010

Senja Menyilet Kelam

by: Ferry Arbania sebelum malam berhadiah bulan biarkan merah lehermu berkaca benggala dalam irama getarku menunaikan kisah pelangi yang bertutur dalam kanvas air mata malam ini aku tak bisa membacakanmu puisi-puisi sebab ranjang kita telah patah jadi kenangan kau pergi dengan luka asamaramu dan aku termangu menatapmu dengan lebam sukma bilakah kau puaskan cinta dengan kesetiaan kumanjakan hatimu kau bilang aku berlebihan lalu kurapihkan tidurmu dengan cinta kau bilang tak usah bersandiwara malam ini aku benar-benar disilet rasa renyuh redam dalam irama luka tetapi kepergianmu tak pernah terlukis dalam jiwa jika memang tapi saya rasa bukan jika lagi dan kau memang benar-benar pergi meninggalkan puja dan rasa lantas dimana kucari pesonamu jika matahari masih akan tumbuh esok pagi. Malam ini begitu mencekam ada badai menganyam sangsi kau bunuh aku dengan kelam merimbumi pekat dengan kehampaan yang sempurna. Pantai Slopeng, 16 September 2010

Dilema Cinta Pertama

by: Ferry Arbania Cinta pertama bukanlah rumus matematika yang mesti dipasang dalam urutan pertama atau mesti datang diaura pertama cinta pertama bisa yang kedua atau seterusnya bagiku,cinta pertama adalah yang teristimewa cinta ini bisa menutup hati untuk angka berikut atau sebelumnya cinta pertama kadang benar-benar menjadi sangat dilema, cinta pertamaku telah kandas tapi kehadiranmu... ya kehadiranmu,,, telah merubah rumus hidupku menjadi sempurna jadikan aku yang pertama begitu juga kukabulkan pintamu saat tumbuh cinta digerbang trauma (Ferry Arbania dalam Dilema Cinta Pertama) September 2010

Mesin Puisi

by: Ferry Arbania by: Ferry Arbania di tempat ini kutemukan kembali absensi mesin puisi hingga tak terjangkau seberapa kuat kapasitas memory serta kelengkapan fitur canggihnya sebuah arti orang bilang puisi bukanlah teknologi mesin digital yang memerlukan USB Flash Disk web Server Schedule Bell banyak juga yang bilang puisi mu puisiku adalah mesin canggih sidik jari sekarang aku bilang puisi bukanlah SMS messege tidak juga layar TFT LCD inch full color yang hanya diplototi setelah dan hampir datang bulan gaji puisi adalah suara Tuhan kemenangan hati mengungkap kebenaran lantas, siapakah yang menentukan masa depan puisi? penyairkah atau harga-harga disebuah transaksi percetakan..??? sanggar kopi madura, 13 sept.2010

Runyam dan Cemburu

by: Ferry Arbania 'by: Ferry Arbania jangan remehkan cemburu sayang biarkan aku memagut hatimu dengan kecupan biarkan tangan-tangan cinta meluruskan kemesraan percayalah, aku tak mau kehilanganmu Sumenep, 10 September 2010

Senja Menyilet Kelam

Gambar
by: Ferry Arbania sebelum malam berhadiah bulan biarkan merah lehermu berkaca benggala dalam irama getarku menunaikan kisah pelangi yang bertutur dalam kanvas air mata malam ini aku tak bisa membacakanmu puisi-puisi sebab ranjang kita telah patah jadi kenangan kau pergi dengan luka asamaramu dan aku termangu menatapmu dengan lebam sukma bilakah kau puaskan cinta dengan kesetiaan kumanjakan hatimu kau bilang aku berlebihan lalu kurapihkan tidurmu dengan cinta kau bilang tak usah bersandiwara malam ini aku benar-benar disilet rasa renyuh redam dalam irama luka tetapi kepergianmu tak pernah terlukis dalam jiwa jika memang tapi saya rasa bukan jika lagi dan kau memang benar-benar pergi meninggalkan puja dan rasa lantas dimana kucari pesonamu jika matahari masih akan tumbuh esok pagi. Malam ini begitu mencekam ada badai menganyam sangsi kau bunuh aku dengan kelam merimbumi pekat dengan kehampaan yang sempurna. Pantai Slopeng, 16 September 2010

Percakapan puisi haahiihuu

Haha Hihi Huhu  Ning Bening Hati Percakapan puisi by: Ferry Arbania banyak pesona yang membelai sukma dalam kata yang tulus kutemukan jalan cinta dari parkir resah yang terhenti didalam sabda sang pujangga....... sampai detik ini aku tak bisa ketawa sebab haahiihuu bukan miliku huuuu.....aku berseru ayo kita beteman haa............ ... hiiii..........banyak yang lucu tapi itu bukan gincu............ haahiihuu........ning bening hati syair cinta titian qalbu huuu....mahabbah-Nya hii........Ma'rifat haa....hakikat cinta.............. salam dan trmksh kembali.......... inspirasi Ning menambah saldo ketenangan hati..... Amin. [17 September 2010] 

Cinta Ini Membunuh Waktuku

by: Ferry Arbania Cinta ini benar-benar membunuh waktuku jarum jam yang berdetak ...seketika berpacu dalam kenyal resah mengancikku berdiam diri dirantau gundah Tuhan memang teramat Sabar meski berkali-kali kulukai langit dengan pisau cemburu awan tetap memanggilku dengan gumpalan do'a selangkah demi mudaku tak kubiarkan hujan menetas menjadi api sebab hujan tak bisa sendiri dan kaki langit yang mungil itu tiba-tiba menggusur setumpuk angan yang berselir-selir diistana rasa sampai jiwaku sayu Sumenep, 15 Sept.2010 11:45

Aktivis Syahwat

by: Ferry Arbania aktivis syahwat adalah kelamin batu yang ditelantarkan angin musim kemarau dan gersang daun tembakau disawah-sawah basah berpetak-petak, berpasang-pasang gelap dalam irama jangkrik Aktivis syahwat itu konon ketemunya diladang api otak yang menjamur pikir dan hati yang tak pernah dijemur dalam terik dzikir aktivis syahwat adalah penjahat kelamin yang hari-harinya dihabiskan untuk bercermin menidurkan penat pada lubang kalajengking lalu pergi membawa obor tikus Akh, aktivis kakus memang layak bersama tikus 15092010

APA ITU YAHOO??? SEBAIKNYA DIBACA SAMPAI BERES (ternyata tanpa sadar kita sering2 menyebutkan Nama tuhan orang jahudi)

Yahoo adalah kepanjangan dari “Yet Another Hierarchical Officious Oracle” yang memiliki arti sebagai “Sebuah tempat bertanya yang paling tahu segalanya yang disusun secara bertingkat dan sistematis.” Menurut banyak pemerhati simbol dan pakar sejarah peradaban kuno dianggap berasal dari akar tradisi bangsa Yahudi. YAHOO! Sesungguhnya berasal dari istilah ‘YHMH’ (Yahweh) dalam bahasa Ibrani yang berarti Tuhan. sumber.......

Hujat Tak DIbakar

Gambar
Catatan Ngeriku Buat Yang telah Bermain-main dengan kehancuran by: Ferry Arbania Jangan bakar ayat-ayat Tuhan kami karena itu sama halnya dengan membakar puting merapi diseantero dunia yang artinya akan menghanguskan isi perutmu yang hitam aku berkata bukan dengan puisi aku hanya ingin bersyair untuk menghibur para pasukan perang agar tetap dalam komando dan tidak menebaskan pedang disembarang leher bacalah pesan Tuhan dengan hati yang redam jangan bicara kesalahan pemeluk keyakinan dengan dalih Islam Islam bukanlah kerusuhan Islam bukan kekerasan jangan putar balikkan kenyataan atau panah kami akan menancap dirahim kekufuranmu setelah itu kami kirimkan angin untuk meyeret kebusukan akal licikmu menuju lembah kehancuran Selamat istirahat manusia-manusia pilihan ingat pesanku sebelum kalian benar-benar pulas dalam tidur camkan baik-baik.. "Jangan Bakar Al-Quran kami". Jabal Amarah, 13 September 2010

Sajak Nikah Gadis Pubertas

Gambar
Sajak Nikah Gadis Pubertas  by: Ferry Arbania Cium saja keningku usap saja rambutku belai belai apa yang kau suka dari tubuhku lumat lumat lumat saja dengan mulutmu tapi tolong jangan hinakan aku garaplah aku sebagai ladang terindahmu habiskanlah hingga akhir usia tap jangan lupa nikahilah aku sebelum semeli meterpun kau dekati aku nikah nikah lalu garalah aku semaumu sesukamu sampai puas. Metro Puisi DI Sanggae KOPI MADURA Minggu, 12 September 2010 Ferry Arbania, Sumenep, Madura, Indonesia Puisi_Puisi Indonesia
by: Ferry Arbania Puisi kadang tak seindah hidup yang kita jalani puisi lebih berasa dalam hati siapa berhak menyimpan luka kecuali cinta dan kebencian lalu milik siapa puisi kita saat tangan-tangan cinta mulai enggan membcanya....???

Kurindukan Puisimu

by: Ferry Arbania kurindukan puisimu dalam sajak-sajakku temani hari dengan lenguh bintang dan prunama mari berjabat hati ulurkan rasa dengan setia jangan sampai hati menjadi layu dan tatapan kita pudar dalam kumpulan sajak gemilang. semisal gerutu batu gundah itu memercik dari gelombang arus yang dahsyat dan ngilunya membuat hati kian menjadi perih tersenyumlah sahabat hatiku...... kau masih punya cakrawala yang setia berkumandang dengan lagu-lagu harapan.. salam dari Madura Ferry Arbania 11092010/12.09 wib

Kenapa puisi

Gambar
Antara Keputusan Kreatif dan Miskinnya Kebebasan Estetik   by: Ferry Arbania Akhir ini pertanyaan seputar kecendrungan saya dalam menggeluti dunia perpuisian makin menumpuk saja. Rata-rata pertanyaan mereka memiliki konten yang sama dan rada-rada heran. Maklum, sejak setahun yang lalu saya dikenal sebagai reporter radio dan Jurnalis diberbagai media online. Mungkin saja para politis di DPR itu berpikir, pekerjaan seorang Jurnalis adalah menyajikan berita dan informasi aktual dan terkini setiap harinya. Dalam hal berita saya tidak bisa menafikan. Artinya, memburu berita aktual dan terpaya itu memang membutuhkan tenaga dan pikiran yang "serius". Bahkan tidak jarang harus berhadapan dengan kemungkinan-kemugkina terburuk sekalipun yang bakal dihadapi. Penuh rintangan dan tantangan. Tapi itulah dunia berita. Atau berita dimata dunia. Lantas bagaiman orang memahami proses kreatif dari penulisan puisi dari seorang wartawan atau jurnalis?? disini saya mecoba untuk memadukan...

Sisik Kubur

Gambar
by: Ferry Arbania menatap ular hitam ini dadaku serasa bergumurh melempar kecut pada hasrat yang sempat melaut lalu menuntunku pada gelap tak terucap membayangkan sisik ular ini kupikir hidup tak sepanjang ekor mimpi mendekatkan ciut nyali pada liang kubur dan dinginnya batu nisan sesaat aku benar-benar ngeri dengan ular ini kepalanya yang besar dengan kedua matanya yang menatap lebar seolah menegurku dengan sinis "Sudahkah kau pikir tentang nasibmu di alam barzah" Sumenep, 10092010

Kudo'akan Takdirku

Gambar
by: Ferry Arbania Kudo'akan takdirku pada mayang siwalan dan terumbu karang abjad-abjad pengharapan kalimat istimewa kemerdekaan Hanya pada bisu aku bicara pada biru mengisyaratkan warna langit yang beredar hutan dan kebun jati peninggalan moyang kuserahkan warisan hati ini pada cinta disini tak kutemukan wajahmu meski kau nyatakan seribu kepastian bintang angin pasti datang membisiku diamku mengajakku berdansa dalam selimut nasib angan dan hujan cemas tak guna lagi berbicara andai lihatlah, punggung hari telah berbalik kearah kiblat kenapa kau asyik bersama dadu bukankah nasib telah ditakdirkan tetapi aku bicara padamu hari ini didetik terakhir kepergian ramadhan yang agung ini pada waktuku takdirku nasibku kesialanku dan puasaku selamat berbuka puasa selamat tinggal ramadhan dengan segala kenangan sorga semog takdirku nasibku kembali hadir menjamu ramadhanmu di masa yang akan datang Allahu Akbar..Allahu Akbar........ Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Maaf lahir batin.....

Luruh

Gambar
(foto diambil didepan Pengadilan Negeri Sumenep Oleh Ferry Arbania Juli 2010) by: Ferry Arbania biarkan aku bicara pada sajak dan secangkir kopi kutatap sendiri bayang luka yang membentang atau cinta yang tertepis disehelai kantuk semuanya telah kudapatkan dalm sunyi secangkir puisi aku benar-benar hanyut dalam bayangan silam sekembar wajah menorehkan asa dan kenangan satunya pergi satunya lagi kembali pada hati tapi dimanakah kesempurnaan rasa?? aku ingin benar-benar membiarkan diri terkubur sepi tapi bayangmu kejelitaan cinta yang memahkotai lara kini tak lagi benar-benar menyendiri datanglah menjadi bintang atau aku yang datang menjemputmu dalam bayang nyalang tanpa petualang Ferry Arbania 2 -9-2010

Advetorial Santoso Dua-Tiga Sumenep

Gambar
Toko Santoso Dua & Tiga Sumenep Kabar gembira untuk masyarakat sumenep, yang tengah mencari aneka macam merek cat tembok interior dan eksterior . Mulai sekarang anda tidak usah bingung, karena ada toko santoso DUA & TIGA Solusinya……! Dapatkan cat tembok bermerek di toko santoso dua dan tiga sumenep, seperti Cat Tembok dengan merek Dulux, Propan dan Mowilex. Cat tembok interior dan ekterior ini dikenal dengan pigmen warna pilihan dan sangat cocok untuk pemakian dinding, genting serta plafon interior seperti tembok, pasangan batu bata, plesteran semen, beton, panel GRC, kayu, tripleks , kayu ( mebel) , batu alam, dll dengan kualitas terjamin dan harga bersaing……….!! selain itu, setiap pembelian cat merek tertentu di toko santoso dua dan tiga, Penikmat nada, berpeluang untuk memboyong hadiah miliyaran rupiah, berupa 2 toyota Avanza, 50 honda revo dan 300 Hp Nokia 2700. Ingat, promo ini hanya berlaku di Toko Santoso Dua dan Tiga Sumenep, sejak priode Mei 2010 hingga 31 Desember ...
Gambar
by: Ferry Arbania

Mencari Puisi

(kado lebaran di hari fitri 1431 H) by Ferry Arbania 05-09-2010:15:34 ...nyanyikan saja puisimu tak usah ganti musik hati dengan getar akustik biar punah sepi merambah duniamu kau tetap penyairku dengan segudang lagu dan nyanyian penuh arti nyanyikan lagi puisi-puisimu, lagi jangan menganyam sangsi dari reputasi atau repotnasi hidup ini sudah sandiwara jadilah pemain yang baik dan menangkan duniamu lurus dan tulis saja maumu Tuhan akan berkahi langkahmu teman karib tak kan kemana kawan-lawan bukan dipuisi ajari politik dengan sajak-sajak pengabdiam hentikan pertikaian dengan lembut katamu jangan mau direpotkan dengan diksi sebab majas bukanlah puisi puisi adalah sabda kehidupan yang mengalur dalam kisah cinta dan kebenaran Ya Allah, aku datang dengan takbir kemenangan.

Secangkir Kopi Bersama Rini

Gambar
(Tanda Merah Puisi Ruang Jingga) By: Ferry Arbania Bait demi bait puisi kutuntaskan juga malam ini. Menelusuri ruang jingga yang penuh pesona. Diruang jingga inilah kutemukan kesederhanaan yang amat berarti. Tanpa susu kental ataupun coklat, kunikmati saja kesederhanaan secangkir kopi itu dalam tutur cinta. Betapa hidup ini diwarnai dengan kekentalan. Penuh pahit dan manis rasa.Semanis gula sepahit kopi. Dalam tutur cinta, orang-orang cenderung mengedepankan rasa dalam mengekpresikan keindahannya. Siapapun bebas memilih atau dipilih meninggalkian keduanya. Dalam tutur cinta, kadang kita perlu kegombalan nyata. Kepura-puraan dalam ekspresi demi sebuah bentuk kesungguhan, Sebab kuyakini, tak ada yang benar-benar bisa dijalani dengan serius dalam kehidupan napas kasihnya. Cinta adalah dunia rasa. Alam kekecewaan yang senantiasa dibalut dengan suka cita dan cemburu. Indah tak berwajah. Diam tak berucap, sebab lidah bukanlah wajah cinta. Tangan dan belaian hanya sebinal kegelisahan dan ra...