Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Filsafat Musibah dalam Nalar Ahlussunnah wal Jama'ah: Kalam Ilahi, Ujian Iman, dan Pembersih Dosa

Gambar
Muqaddimah: Dalam alam semesta yang terhampar luas, di mana fenomena alam berinteraksi dalam simfoni kausalitas yang menakjubkan, manusia seringkali dihadapkan pada realitas yang tak terhindarkan: musibah. Baik itu gempa bumi yang menggetarkan bumi, banjir yang meluluhlantakkan, wabah yang menyebar, atau kemarau yang berkepanjangan, musibah adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi. Namun, bagi seorang mukmin yang berdiri teguh di atas landasan akidah Ahlussunnah wal Jama'ah , musibah bukanlah sekadar anomali kausalistik atau insiden acak tanpa makna. Ia adalah kalam ilahi yang terukir dalam lembaran takdir, membawa pesan-pesan mendalam yang menembus batas-batas materi menuju substansi spiritual. Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama'ah , musibah adalah manifestasi dari kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala , sebuah intervensi ilahiyah yang sarat dengan hikmah dan pelajaran. Ia bukanlah sekadar peristiwa fisik, melainkan sebuah ujian (ibtila’) , sebuah peringatan (indzar) ,...

Tantangan Mengawal Aswaja: Hari Pertama Mengajar PNU di MA/SMK Raudlatul Iman

Gambar
SUMENEP, Madura – Hari ini, Senin 28 Juli 2025 , menjadi penanda dimulainya sebuah perjalanan baru bagi salah seorang pengajar di MA/SMK Raudlatul Iman. Dengan tugas mengampu mata pelajaran Pendidikan Nahdlatul Ulama (PNU) , ia menghadapi sebuah tantangan mulia: menyemai pemahaman mendalam tentang Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) kepada generasi muda. Meskipun sempat diliputi keraguan, penunjukan langsung dari Almukarrom guru Dr. KH. Sahli Hamid disertai doa agar mendapatkan barokah dari Hadrotis Syaikh KH. Hasyim Asy'ari , pendiri NU, menjadi kekuatan pendorong. Ini bukan sekadar tugas mengajar biasa, melainkan amanah untuk meneruskan estafet keilmuan dan nilai-nilai luhur NU. Lebih dari Sekadar Pelajaran: Membentuk Karakter dan Wawasan Islam Komprehensif Pelajaran NU di tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bukan hanya tentang transfer pengetahuan, melainkan sebuah kurikulum yang dirancang untuk membentuk karakter utuh peserta didik. Materi yang ...

ANAKKU BERTANYA

Gambar
KH Sahli Hamid saat mengunjungi Bani Rowi di Pantura. dok.Ferry Arbania Puisi Karya: Dr. KH Sahli Hamid (Pengasuh Ponpes Raudlatul Iman, Gadu Barat, Ganding, Sumenep) Anakku bertanya tentang tirakat lalu kujawab Tirakat adalah merasakan lelah sebagai anugerah  Tetap bergairah sekalipun harus pasrah  Sebab cinta senantiasa dibarengi luka Anakku bertanya-tanya tentang hakikat hijrah Aku mencoba menjawabnya  Hijrah itu ketika engkau tak ingin apapun kecuali perhatian-Nya  Menyukai apa yang menjadi kehendak-Nya Menjalani semua yang menjadi keputusan-Nya Anakku tak habis bertanya tentang makna sekolah Meski nafas berat aku berusaha memberikan jawaban Sekolah itu bukan sekedar sederet daftar nilai yang diperoleh hasil ujian Inti dari sekolah adalah belajar bertahan memberikan hasil perubahan Sebab senyum seorang gelandangan lebih berarti dari sekedar gelar Ketika buku hatinya kosong dari kepedulian Akhirnya anakku mengajukan pertanyaan Ba, apa sebenarnya yang manusia harap...

Manuskrip Asta Gumuk: Ketika Kera Mengaji dan Ilmu Bertekuk Lutut pada Watak

Gambar
Ilustrasi foto: sumeneptravle.wordpress Di tanah Sumenep yang kaya akan sejarah dan kearifan lokal, berdiri tegak sebuah tempat yang menyimpan kisah-kisah di luar nalar, sebuah situs yang memancarkan magnet spiritual tak tertandingi:  Asta Gumuk . Terletak di Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, tepatnya di sisi timur Lapangan Terbang Trunojoyo, makam ini dikenal sebagai peristirahatan abadi Kiai Ali Barangbang . Dinamakan "Barangbang" karena lokasinya di Dusun Barangbang, dan "Gumuk" yang berarti tanah tinggi, seolah melambangkan ketinggian ilmu dan karomah sang ulama. Dari Garis Sunan Kudus: Sang Ulama Agung dari Paddusan Kiai Ali Barangbang bukanlah sosok sembarangan. Silsilahnya terhubung langsung dengan darah biru keilmuan Islam, menelusuri garis keturunan Syekh Maulana Sayyid Jakfar As-Shadiq , atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Kudus . Dari garis keturunan Sunan Kudus lahir Pangeran Katandur , yang menurunkan empat putra ulama besar: Kiai Hatib Paddusan, K...

Kenangan Abadi di Tanah Garam: Ketika Sang Ulama Negara Menjelajah Sumenep

Gambar
Pada hari itu, Rabu, 9 Agustus 2023, sekitar pukul 10.36 WIB, Bandara Trunojoyo di Sumenep menjadi saksi bisu kedatangan seorang tokoh besar: Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin , Wakil Presiden Republik Indonesia kala itu. Sosok nomor dua di negeri ini, sang ulama kharismatik, melangkahkan kakinya di bumi Madura, membawa serta aura kebijaksanaan dan harapan. Di tengah hangatnya sambutan, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, bersama jajaran Forkopimda Sumenep, berdiri menyambut dengan penuh takzim. Hadir pula Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan Wakapolda Jatim, menunjukkan betapa pentingnya kunjungan ini. Bupati Fauzi, dengan senyum ramah, menyampaikan rasa terima kasih mendalam. "Alhamdulillah bisa berkenan hadir ke Kabupaten Sumenep," ucapnya tulus, mewakili seluruh masyarakat. Di sela-sela obrolan santai, sang Bupati, yang juga Ketua DPC PDIP Sumenep, tak menyia-nyiakan kesempatan. Sebuah bisikan tentang reaktivasi kereta api atau Tol Transmadura disampaik...

Ancaman Serius bagi Penyebar Fitnah: Perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah

Gambar
Oleh: Fathol Bari, S.Sos Dalam ajaran Islam, menjaga kehormatan dan persaudaraan sesama Muslim adalah prinsip fundamental. Segala tindakan yang merusak kehormatan dan memecah belah persatuan umat sangat dikecam, salah satunya adalah fitnah . Fitnah, atau menyebarkan tuduhan palsu dan informasi menyesatkan, tidak hanya dianggap sebagai dosa besar, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kerusakan yang jauh lebih parah daripada kejahatan fisik, bahkan sering disebut lebih kejam daripada pembunuhan ( al-fitnatu asyadd min al-qatl ). Fitnah dapat menghancurkan reputasi, merusak hubungan sosial, dan memicu konflik berkepanjangan. Oleh karena itu, bagi para penyebar fitnah terhadap sesama Muslim, Islam telah menetapkan ancaman dosa besar serta konsekuensi di dunia dan akhirat. Konsekuensi dan Azab bagi Penyebar Fitnah Menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah Islam, melalui Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, memberikan peringatan keras terhadap praktik fitnah. Berikut adalah beberapa konsek...

Studi Kritis Terhadap Mitos Kesialan Bulan Safar dalam Perspektif Islam

Gambar
Oleh: Fathol Bari,S.Sos, Mahasiswa Pascasarjana (S2) Ilmu Administrasi Publik di STISIPol Waskita Dharma Malang, Jawa Timur.  Abstrak Artikel ini membahas persepsi dan kepercayaan terhadap bulan Safar dalam masyarakat pra-Islam (Jahiliyah) serta menganalisisnya berdasarkan doktrin Islam. Masa Jahiliyah dicirikan oleh praktik takhayul dan khurafat, termasuk keyakinan akan kesialan temporal pada bulan-bulan tertentu. Penelitian ini menegaskan bahwa Islam secara kategoris menolak konsep kesialan bulan Safar, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut, artikel ini mengidentifikasi beberapa amalan sunnah yang dianjurkan dalam bulan Safar sebagai substitusi positif terhadap keyakinan batil, yang berlandaskan pada prinsip tauhid dan peningkatan kualitas spiritual serta sosial umat Muslim. 1. Pendahuluan Masyarakat Arab pra-Islam, yang dikenal sebagai periode Jahiliyah , hidup dalam kondisi sosio-religius yang kompleks. Periode ini ditandai oleh animisme, penyembah...

Raih Berkah Setelah Maghrib: Dzikir dan Doa Pilihan Ahlus Sunnah Wal Jamaah!

Gambar
dok. Ferry Arbania Shalat Maghrib adalah salah satu shalat fardhu yang menjadi penanda pergantian waktu dari siang ke malam. Setelah menunaikan kewajiban ini, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak tergesa-gesa beranjak. Justru, momen setelah shalat adalah waktu emas untuk berdzikir dan berdoa , menguatkan ikatan spiritual dengan Allah SWT. Dalam ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah, amalan-amalan ini memiliki dasar kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW dan mendatangkan keutamaan yang luar biasa. Meskipun tidak ada satu amalan tunggal yang disebut "paling dicintai Allah" setelah shalat Maghrib dengan prioritas absolut, kumpulan dzikir dan doa berikut sangat ditekankan karena keutamaannya. 1. Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33 Kali) Amalan ini merupakan inti dari wirid setelah shalat fardhu, termasuk Maghrib. Mengucapkannya adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Subhanallah (سُبْØ­َانَ اللَّÙ‡ِ) - Maha Suci Allah (33 kali): Dengan mengucapkan tasbih, kita mengakui kesempurnaan A...

Kepala Madrasah Berkompeten: Kunci Mutu Pendidikan Era Merit Sistem

Gambar
Seiring bergulirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) , wajah birokrasi Indonesia bertransformasi menuju manajemen ASN berbasis merit . Catatan: Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara resmi sudah tidak berlaku lagi. Peraturan yang selama ini menjadi payung hukum bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tersebut telah digantikan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara . Dengan diundangkannya UU No. 20 Tahun 2023 pada tanggal 31 Oktober 2023, maka seluruh ketentuan yang tercantum dalam UU No. 5 Tahun 2014 dinyatakan dicabut dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Pemberlakuan undang-undang baru ini menandai era baru dalam manajemen dan pengembangan sumber daya manusia di sektor publik Indonesia. UU No. 20 Tahun 2023 membawa sejumlah perubahan mendasar, antara lain: Penguatan Sistem Merit: Penekanan yang lebih kuat pada penerapan sistem merit dalam set...

Gerbang Fajar Kiamat: Kisah Akhir Zaman, Ketika Janji Ilahi Terungkap di Depan Mata

Gambar
Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang mulia dan sabda-sabda Rasulullah ï·º yang termaktub dalam Hadits-hadits shahih, terhamparlah sebuah narasi agung tentang masa depan semesta – kisah akhir zaman. Ini bukanlah sekadar ramalan, melainkan janji Ilahi yang akan terwujud, sebuah kronik peristiwa yang menuntun umat manusia menuju penghujung dunia, menguji keimanan, dan menyingkap kebenaran mutlak. Dalam setiap ayat dan setiap lafaz, Ahlusunnah wal Jamaah memandang kisah ini sebagai peta jalan spiritual, peringatan, dan sekaligus penguat jiwa untuk menghadapi fitnah-fitnah terbesar sebelum datangnya Hari Perhitungan. Tirai Fitnah Membentang: Tanda-tanda Kecil yang Membisikkan Perubahan Sebelum badai besar tiba, semesta akan diperingatkan oleh serangkaian "Tanda-tanda Kecil" (Alamatush Shughra) yang secara perlahan merayapi kehidupan. Sebagian besar dari tanda-tanda ini telah kita saksikan, seolah bisikan-bisikan dari masa depan yang kini menjadi realita pahit: Pudarnya Ilmu dan...

Sambutan H. Mukmin dalam Acara Pembinaan Perusahaan Rokok

Gambar

Jejak Agung Nyai Talaga: Adinda Raja Sumenep, Penjaga Rahasia Istana dan Kebangkitan Dinasti Terakhir

Gambar
SUMENEP – Di ufuk timur Pulau Madura, di antara hembusan angin laut dan bisikan kisah lampau, tersembunyi sebuah permata sejarah yang menanti untuk ditelusuri. Bukan sekadar jejak usang, melainkan sepotong mosaik keagungan masa lalu yang terpatri dalam bilik-bilik rumah tua dan pusara sederhana. Kita menyingkap tirai waktu, menengok kembali kepada sosok mulia: Nyai Talaga, adik kandung dari Adipati terakhir Sumenep yang meletakkan fondasi dinasti terkemuka, Bindara Saot. Istana dalam Gerbang Desa: Saksi Bisu Abad Ke-18 Jauh di Dusun Talaga Timur, Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, berdiri tegak sebuah rumah kuno yang membisukan kisahnya selama lebih dari dua abad. Konon, dinding-dinding kayu yang lapuk oleh waktu ini adalah saksi bisu dari tahun 1785 Masehi, tahun yang sama tatkala kemegahan Masjid Jami' Keraton Sumenep didirikan di jantung kota. Sebuah riwayat tutur-temurun yang sarat makna, mengindikasikan bahwa pembangunan rumah ini bukan sekadar kebetulan, melai...

Waspada Cuaca Dingin Ekstrem 2025: Fenomena Bediding dan Dampak Kesehatan

Gambar
Ilustrasi suasana malam hari di Desa Ketawang Karay. [dok. Ferry Arbania] KARAY, (Dhalem Temor) – Cuaca dingin yang terasa menusuk, terutama saat fenomena "bediding" melanda di musim kemarau tahun 2025, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius bagi masyarakat. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena ini adalah siklus alamiah dan bukan disebabkan oleh aphelion (Bumi berada di titik terjauh dari Matahari), kewaspadaan tetap menjadi kunci, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. Memahami Fenomena Bediding: Angin Timur dan Langit Cerah BMKG menjelaskan bahwa fenomena "bediding" atau suhu dingin yang mencolok di musim kemarau, terutama pada malam hingga pagi hari, umum terjadi di wilayah seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosferik: Angin Muson Timur: Angin ini berasal dari Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin...

Meluruskan Pemahaman: Umur Umat Islam Bukan 1500 Tahun

Gambar
Ilustrasi www.ferryarbania.com-  Dalam diskursus keagamaan kontemporer, seringkali muncul narasi yang menyatakan bahwa umur umat Islam tidak akan melampaui 1500 tahun Hijriah. Pernyataan ini, yang terkadang disebarkan dengan nada kepastian, sejatinya tidak memiliki dasar yang kuat dalam dalil-dalil syar'i yang sahih dan muktabar menurut manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Justru, klaim semacam ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman dan bertentangan dengan banyak riwayat lain yang mengindikasikan keberlangsungan umat ini hingga mendekati hari Kiamat. Analisis Sanad dan Matan: Mengurai Kelemahan Dalil Klaim mengenai umur umat Islam yang terbatas pada 1500 tahun seringkali disandarkan pada beberapa riwayat hadits. Namun, setelah dilakukan penelitian mendalam oleh para muhaddits (ahli hadits) dan ulama, terungkap bahwa hadits-hadits yang dijadikan dasar pernyataan tersebut umumnya memiliki sanad yang lemah (dhaif) , bahkan ada yang tergolong maudhu' (palsu) . Ini...